Utuh Tapi Tidak Bahagia

Utuh Tapi Tidak Bahagia

  • WpView
    LECTURAS 355
  • WpVote
    Votos 32
  • WpPart
    Partes 15
WpMetadataReadContenido adultoContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, jul 9, 2026
WpInfo
No ficción
Informativo y Guía
Orang-orang sering mengatakan bahwa anak tengah adalah sosok yang menengahi dalam keluarga. Namun bagi aku, Aluna, menjadi anak tengah justru berarti belajar untuk mengalah, memahami, dan bersikap sopan. Selama lima belas tahun, keluarga kami tampak begitu sempurna dari luar. Ayah adalah polisi yang dihormati oleh banyak orang, dan Ibu adalah seorang ibu yang penuh kasih, yang rela bekerja keras di rumah untuk memenuhi kebutuhan anak-anaknya. Kami makan di meja yang sama, tinggal di bawah atap yang sama, dan masih saling menyebut satu sama lain sebagai "keluarga". Sampai akhirnya, kehangatan itu perlahan menguap. Ayah jadi orang yang keras, tidak akrab, dan sering pulang ketika malam sudah larut. Sebuah nama yang tidak dikenal, 'Celine', tiba-tiba muncul di layar ponsel Ayah dan menghancurkan semua kepercayaan yang kami bangun bersama. Ketika sebuah kebenaran yang pahit terungkap di balik ruang tamu yang tenang, mampukah ego kita ditundukkan demi kata "maaf"? Apakah rumah kami yang dalam kondisi rusak ini masih bisa menemukan jalan pulang? "Kebahagiaan bukanlah tentang hidup tanpa luka. Tapi lebih tentang mencari jalan pulang, saling memaafkan, lalu memutuskan untuk berjalan bersama lagi sebagai sebuah keluarga.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Srengenge
  • Takdir di Ujung Puro
  • I Found You
  • No Signal, High Chemistry
  • PRALYA: A Destiny
  • Pulang Tanpa Pintu Keluar
  • GRANETHA [END]
  • Masih Tentang Kamu
  • ALASAN [Completed]
  • Asmara Alana
Srengenge

"Lain kali hati-hati. Jangan salah keranjang lagi" Takdir siapa yang tahu? Mas ganteng korban salah keranjang di supermarket akan menjadi bagian istimewa dalam hidup seorang Ardhiona Keshwari Prabasawara. Mulai dari keabsurdan membayar batagor dengan kartu kredit, tragedi gelang jatuh, hingga hal yang berhasil membuat Ardhiona pusing tujuh keliling. Bagaimana bisa gadis yang bahkan menginjakkan kakinya ke dapur sebulan sekali itu mengikuti Seven Days Cooking Class? Di tambah lagi dengan pertemuan tak terduganya dengan sosok Mas ganteng super kalem yang ternyata juga menjadi tetangga apartemennya. Sempurna sudah. Hidup Dhiona seperti permen nano-nano. Sedikit pahit, sedikit asam, untung banyak manisnya! ▪Start publish: 29 Juni 2020 ©copyright 2020 by @_PutriSalsabila

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido