Yogyakarta, tahun 1942.
Kedatangan Nishimura Rikiharu, seorang perwira muda yang ditugaskan sebagai Pimpinan Administrasi Militer Angkatan Darat Kekaisaran Jepang di Yogyakarta, menandai dimulainya babak baru. Dengan kecerdasan, disiplin, dan keyakinan bahwa ketertiban harus ditegakkan, ia datang bukan untuk mengangkat senjata di garis depan, melainkan mengendalikan sebuah kota melalui kebijakan dan kekuasaan.
Di sisi lain, Raden Ajeng Carmenita Anindya, putri Keraton Yogyakarta, menyaksikan tanah kelahirannya perlahan kehilangan kebebasan. Di balik tutur katanya yang lembut, tersimpan keberanian untuk mempertahankan martabat rakyatnya.
Dua insan dari dua dunia yang saling bertolak belakang dipertemukan oleh sejarah. Di tengah rapat-rapat politik, tekanan militer, dan dilema antara tugas serta kemanusiaan, lahirlah sebuah pertanyaan yang tak pernah mudah dijawab. Ketika hati mulai berpihak pada musuh, akankah mereka tetap setia pada tanah air... atau pada perasaan yang tak seharusnya tumbuh?
Todos los derechos reservados