OPERASI TIRAI BESI

OPERASI TIRAI BESI

  • WpView
    Lectures 28
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Chapitres 14
WpMetadataReadContenu pour adultesEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication dim., août 30, 2026
WpInfo
Fiction
Action & Thriller
Guerre & Militaire
Survie
Assassin & Espionnage
Dia cuma murid biasa di sebuah dojo. Sampai negara menjadikannya target. Revan gak pernah minta terlibat konflik militer. Tapi satu file rahasia membuatnya diburu TNI, intelijen, bahkan orang terdekatnya sendiri. Peluru mengejarnya dari dojo ke jalanan. Dari kota ke laut. Sampai dia bertemu lagi dengan dia. Wanita yang dulu jadi bagian hidupnya. Yang sekarang jadi satu-satunya alasan dia berani melawan. Karena kali ini, musuhnya bukan cuma negara. Tapi pengkhianatan. OPERASI TIRAI BESI
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Bukan Babysitter, Bung
  • AVISENA
  • GAIRAH MENANTU BERSERAGAM
  • Stuck Between The Pags
  • Jangan Halangi Pensiun Diniku, Mas Aktor! (Hiatus)
  • THE DUCHESS OF LANCASTER : A Tale of Two Lives (END/COMPLETED)
  • Bukan Sembarang Figuran
  • NEALINE : Blood and Ice Cream
  • XAVIER : The Silent Guardian

"Aku ingin kau menjaga putraku... dan teman-temannya." Naraska mengernyit. Kata-kata itu terasa janggal di telinganya. Di seberang meja kerja, Rajendra C. Lysander duduk tegak, menatapnya lurus sambil mengetuk-ngetukkan jarinya di permukaan kayu. "Aku tahu ini terdengar aneh," suara Rajendra berat, sarat kelelahan. Di tangannya, selembar kertas bisnis terjepit tanpa benar-benar ia baca. "Tapi aku akan pergi selama tiga bulan untuk perjalanan bisnis. Jadi aku membutuhkan bantuanmu." Naraska menarik napas. "Aku tidak keberatan, Paman. Tapi... mengapa harus aku? Mereka sudah mahasiswa. Bukankah mereka bisa menjaga diri mereka sendiri?" Rajendra terdiam sejenak, lalu menghela napas panjang. Tatapannya beralih ke luar jendela, seolah mencari jawaban pada langit senja di balik kaca. "Putraku dan teman-temannya telah tinggal di rumahku selama 5 bulan," ucapnya pelan. "Mereka tengah bersiap untuk mengikuti pertandingan Battle of the Bosses. Karena mereka meminta cuti, jadwal belajar mereka bersama pengajarnya semakin padat." Naraska menautkan alis. "Kalau begitu, mengapa aku perlu mengawasi mereka? Bukankah guru itu cukup?" Mata Rajendra kembali beralih padanya, kali ini tajam dan penuh arti. "Itulah," katanya singkat. "Yang ku ingin kau awasi"

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu