Innocent
  • WpView
    Reads 44
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 9, 2026
WpInfo
Fiction
Fantasy
Tagsfiksi
cerita ini hanya "FIKSI" semata, kesamaan tempat, tokoh dan waktu kejadian tidak ada hubungannya dengan apa yang terjadi di dunia nyata.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • "Bestfriend."
  • Transmigrasi: The Villain's Stepmother
  • Just let me live, Duke!
  • Photobox
  • Ibu Tiri Menolak Mati di Kehidupan ke-7
  • The Duke's Red String
  • The Unwritten Lady
  • Gaze
  • The Reborn Mama (END)
  • Sin of The Villainess

Raka Andira bukan tipe lelaki yang mudah bicara banyak. Ia lebih sering mendengar, mengamati, dan menyimpan hal-hal yang tidak sempat ia ucapkan. Di matanya, hidup berjalan terlalu cepat untuk orang-orang yang suka berpura-pura baik-baik saja. Karena itu, sejak awal ia terbiasa menjadi tempat singgah bagi orang lain-tempat orang pulang saat lelah, tempat orang mengeluh, tempat orang tertawa tanpa harus merasa dihakimi. Dan di antara semua orang yang pernah datang dan pergi dari hidupnya, hanya satu orang yang benar-benar tinggal terlalu lama untuk sekadar disebut kebiasaan. Namanya Abigail Rachel. Mereka tumbuh bersama dalam kedekatan yang nyaris tidak punya batas. Chat yang tidak pernah sepi, panggilan tengah malam, keluhan-keluhan remeh tentang hidup, dan tawa yang muncul pada waktu-waktu paling tidak penting. Raka tahu kapan Abi sedang bohong, kapan ia sedang lelah, kapan senyumnya terlalu dipaksakan. Abi pun tahu kapan Raka sedang diam bukan karena tenang, melainkan karena ada sesuatu yang ia simpan rapat-rapat di balik dadanya. Masalahnya, kedekatan tidak selalu berarti pengakuan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines