Kesalahan pertama Maira Al-Khalidi adalah mengunggah video tanpa melakukan riset yang cukup. Kesalahan keduanya adalah menonton video koreksi berdurasi dua puluh menit yang dibuat oleh Dr. Nabil Farouk. Kesalahan ketiganya? Setuju bekerja sama dengan pria itu. Sebagai content creator yang hidup dari spontanitas, Maira terbiasa berbicara apa adanya. Sebaliknya, Nabil adalah seorang dosen dan penerjemah yang selalu memilih kata-katanya dengan hati-hati. Maira adalah kekacauan. Nabil adalah keteraturan. Dan entah mengapa, internet menganggap itu menarik. Dipaksa bekerja sama oleh sebuah brand, keduanya terjebak dalam serangkaian diskusi, perdebatan, dan argumen kecil yang perlahan mengubah cara mereka memandang satu sama lain. Karena terkadang, masalah terbesar bukanlah ketika dua orang berbicara dalam bahasa yang berbeda. Melainkan ketika mereka mulai memahami satu sama lain lebih baik daripada yang seharusnya.
More details