We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Unexpected love

Unexpected love

  • WpView
    Reads 1,062
  • WpVote
    Votes 120
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published about 21 hours ago
WpInfo
Fiction
Romance
Romantic Comedy
Enemies to Lovers
Happy Ending
Vera Dista Keinadira tidak pernah menyangka setelah masa tugas nya selesai sebagai ajudan istri seorang pejabat justru membawanya pada teror baru, dikejar-kejar oleh seorang pria berandal yang tak lain adalah kakak dari mantan bosnya sendiri. ​Bagi Vera, Brian adalah lambang pria tanpa masa depan-kacau, menyebalkan, dan jauh dari kata kriteria pria ideal. Namun bagi Brian, penolakan demi penolakan yang diberikan Vera justru menjadi bahan bakar utama yang membuatnya semakin tergila-gila. Apa Vera akan tetap pada pendiriannya hingga akhir, atau pria berandalan itu justru akan berubah menjadi pria ideal yang meluluhkan seluruh pertahanannya? Sebab dalam kamus Brian, tidak ada kata "menyerah"-terutama untuk wanita yang paling ingin ia miliki.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Wrong Language
  • Terlalu Cinta Untuk Pergi [PROSES PENERBITAN]
  • Fragiel Hart
  • Serupa Morfin
  • Bunga Terakhir
  • Baddie Lust
  • Unspoken Terms
  • ECLIPSED LOVE ; Bound by Power, Undone by Love
  • (Im)Possible Bloom
  • Se-rayu dan Se-Ruangnya

Kesalahan pertama Maira Al-Khalidi adalah mengunggah video tanpa melakukan riset yang cukup. Kesalahan keduanya adalah menonton video koreksi berdurasi dua puluh menit yang dibuat oleh Dr. Nabil Farouk. Kesalahan ketiganya? Setuju bekerja sama dengan pria itu. Sebagai content creator yang hidup dari spontanitas, Maira terbiasa berbicara apa adanya. Sebaliknya, Nabil adalah seorang dosen dan penerjemah yang selalu memilih kata-katanya dengan hati-hati. Maira adalah kekacauan. Nabil adalah keteraturan. Dan entah mengapa, internet menganggap itu menarik. Dipaksa bekerja sama oleh sebuah brand, keduanya terjebak dalam serangkaian diskusi, perdebatan, dan argumen kecil yang perlahan mengubah cara mereka memandang satu sama lain. Karena terkadang, masalah terbesar bukanlah ketika dua orang berbicara dalam bahasa yang berbeda. Melainkan ketika mereka mulai memahami satu sama lain lebih baik daripada yang seharusnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines