We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Playlist of Us

Playlist of Us

  • WpView
    Reads 13
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 11, 2026
WpInfo
Fanfic
Ariana Grande
Taylor Swift
SZA
"Setiap lagu selalu menyimpan cerita. Hanya saja, tidak semua cerita pernah sempat diceritakan." Kumpulan one shoot yang terinspirasi dari berbagai lagu. Setiap bab menghadirkan tokoh, kisah dan akhir yang berbeda. Kisah ini tentang manusia, perasaan dan hal-hal yang terkadang hanya mampu dijelaskan oleh sebuah lagu. Inspired by songs. Written with feelings. Sincerely, aiskrim
All Rights Reserved
#18
openending
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Love me or die
  • Given || Ju Jihoon
  • The Unseen Little Guest [TingMeen]
  • Skripsi Dan Buku Nikah
  • I'm Not Just a Figuran
  • Possessive Male Lead
  • TOXIC BOYFRIEND
  • The Threads We Left Behind {Marjames / JJujami}
  • Same, But Not
  • Journey

"Gila! Axelio benar-benar sakit jiwa!" umpat Yura keras-keras pada kamar kosnya yang sepi. Bagaimana tidak? Axelio Valcrest, sang antagonis pria berdarah dingin, jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Arcelia , si female lead yang berhati malaikat. Cinta yang semula indah berubah menjadi obsesi gelap yang mengerikan. Karena cintanya ditolak-sebab Arcelia mencintai sahabat kecilnya, Elvano sang male lead utama-Axelio tanpa ragu menghabisi Elvano dan mengurung Arcelia di dalam mansion mewahnya yang menyerupai sangkar emas. Namun, yang paling membuat Yura meradang adalah nasib tunangan Axelio, Ravena Dracarys. Sebagai antagonis wanita, Ravena begitu terobsesi pada Axelio. Puncaknya, hanya karena Ravena menampar Arcelia demi mempertahankan harga dirinya, Axelio tanpa belas kasihan mengeksekusi tunangannya sendiri. Perut Yura tiba-tiba berbunyi nyaring, memutus untaian kekesalannya. "Aduh, lapar lagi. Keluar bentar deh, di depan gang biasanya masih ada yang jual nasi goreng." Sambil bersenandung kecil untuk mengusir sepi, Yura berjalan menyusuri trotoar malam yang lengang. Dia baru saja hendak menyeberang jalan ketika seberkas cahaya silau memedihkan matanya dari arah samping. Tinnnnnnnnnnn! "Ravena... Sayang, bangun..." Gila! Gue transmigrasi?! jerit Yura dalam hati. "Axel, aku ingin membatalkan pertunangan kita." "Ravena Dracarys..." Axel berbisik rendah, suaranya terdengar seperti seringai iblis yang merayap di kulit. "Kau pikir... kau siapa bisa memutuskan untuk membatalkan pertunangan ini secara sepihak, hm?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines