DewX
  • WpView
    Reads 47
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 14, 2026
WpInfo
Fiction
Fantasy
Dark Fantasy
Action and Thriller
Adventure
Fokus menceritakan Seorang anak bertelinga kucing Yaitu Stefano alias Fano. Di Akademi Stars, semua anak memiliki elemen sihir mereka masing-masing. Cahaya, Api, Air, Petir, Tanah, Alam, dan lainnya. Hanya Fano yang belum membangkitkan satu pun. Saat semua orang menganggapnya anak biasa, sesuatu yang jauh lebih mengerikan justru mulai terbangun di dalam dirinya. Sebuah keberadaan yang seharusnya tidak pernah kembali... WARNING! Aku bikin for my friends, just for fun. Kalau yang ketemu ini, semoga suka or skip saja. Cover By :Me, In Ibis Paint.
All Rights Reserved
#489
adventure
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ibu Tiri Menolak Mati di Kehidupan ke-7
  • A Family of Villains
  • The Mad Marchioness of Obsidia
  • Transmigrasi: The Villain's Stepmother
  • Sin of The Villainess
  • The Duke's Red String (END)
  • The Unwritten Lady
  • The Silent Bloom [END]
  • I Became the Villain's Nursemaid
  • Rumah Untuk Sang Tiran

Enam kali mati dibunuh tepat di usia 22 tahun. Di kehidupan ketujuh, Ravenna menolak menjadi mangsa. Sebagai seorang mantan pendidik, Ravenna tahu cara terbaik menghukum orang bodoh bukanlah dengan air mata, melainkan dengan merampas apa yang paling mereka hargai. Maka, ia membatalkan pertunangannya dengan Putra Mahkota secara elegan, mengosongkan brankas ayahnya, dan menyerahkan diri kepada pria paling berbahaya di benua itu-Grand Duke Alaric von Blackwood, sang Monster Utara. Tawarannya sangat sederhana: "Jadikan aku istri kontrak selama lima tahun. Aku akan mendidik dua anakmu dan menjadi perisai politik dari hukum Istana. Setelah anak-anakmu aman, ceraikan aku dengan pesangon emas." Bagi Ravenna, ini hanyalah transaksi bisnis. Ia hanya ingin selamat dari maut dan pensiun dengan tenang. Namun, logika dan rencananya gagal meramalkan satu hal... Dua anak tiri yang konon 'monster' itu kini menangis memeluk kakinya, enggan dilepaskan. Sementara sang Grand Duke yang terkenal berhati beku? Pria itu menatap Ravenna dengan sorot posesif yang menggelapkan akal sehat. "Kau yang memulai permainan ini, Istriku. Jangan harap aku akan melepaskan apa yang sudah menjadi milikku."

More details
WpActionLinkContent Guidelines