Papa Gerlan (Seasons 2)

Papa Gerlan (Seasons 2)

  • WpView
    Reads 2,211
  • WpVote
    Votes 480
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published about 6 hours ago
Cerita Papa Gerlan season 2, alangkah baiknya jika membaca season 1 dulu agar paham alur nya. kelanjutan hidup Gerlan setelah berdamai dengan keluarganya, tetapi tidak akan pernah berdamai dengan kematian sekretarisnya yang telah tiada demi melindunginya. Kata psikiater: "Terkadang, berdamai bukan berarti melupakan. Belajarlah menerima bahwa ada orang-orang yang tetap hidup di hati kita, meski raganya telah tiada." kata Abian: "Tidak apa papah, Kalau itu bisa membuat Papah lebih tenang, aku juga bisa menjadi Mas Andra demi Papah." Kalimat itu justru membuat hati Gerlan semakin hancur. Apakah segitu putus asanya dia? sehingga putra satu-satunya berkata demikian? Dalam keputusasaan itu, Gerlan mendatangi seorang mbah dukun. Memohon agar Andra bisa dihidupkan kembali. kata dukun: "Tunggulah di tempat terakhir kamu melepaskannya. Dia akan menemuimu jika memang dia menginginkannya."
All Rights Reserved
#23
rahasia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bound to Him
  • (END) SETTING THE PATH OF LIFE - 🔞BL, ABO (JOONGDUNK)
  • FRAGMENTS OF HEART - GINJAY ☆
  • Shadow in the Lab
  • Defiant [END]
  • Hello, Mr. Mafia!
  • Trasmigrazione Gemellare Antagonista.
  • Fraktal Rahasia (Selesai)
  • My Perfect Model ( Republish )
  • SHEA SANG FIGURAN

Arstella terbangun di tubuh seorang pelayan di dunia asing yang penuh aturan dan kasta yang tak ia pahami. Setelah dipecat karena kebodohan yang tak disengaja, ia menemukan secarik poster. Kerajaan Eldoria tengah mencari pelayan untuk dua pangeran. Pangeran Leo, sang pewaris berambut emas yang dicintai rakyat, dan Pangeran Theodore, sang anak berambut hitam yang dibenci istana karena dianggap membawa kutukan. Tanpa pilihan, Arstella melamar pekerjaan itu dan tanpa sadar melangkah ke dalam istana yang tak hanya penuh kemegahan, tapi juga rahasia kelam. "Dewa aku hanya ingin hidup tenang... aku hanya ingin bekerja," bisik Arstella lirih, seolah sedang memohon pada langit yang bahkan tak menjawab. Namun, jawabannya datang dari bayangan. Suara Theodore terdengar rendah dan berbahaya. "Sayangnya, kau bekerja pada iblis, Stella." Ia melangkah mendekat, matanya gelap tak menyisakan belas kasih. "Dan dewa tak punya kuasa atas sesuatu yang sudah menjadi milikku."

More details
WpActionLinkContent Guidelines