We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Ketua Basket & Jurnalistik

Ketua Basket & Jurnalistik

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Sat, Aug 1, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
First Love
Highschool
Romantic Comedy
AYO SEMANGAT ! AAAKKKKHHHH SEMANGAT TAMPAN KKUUUUU!! Suara teriak dari siswi disekolah SMA Graha Nusantara [Granusa] memenuhi lapangan basket mendukung salah satu siswa disana, Bintang merupakan ketua basket dan famous Sekolah bersama ke-enam sahabat nya. Bintang bersama tim nya sedang berlatih untuk mempersiapkan lomba antar sekolah, mereka mengabaikan suara-suara tersebut dan memfokuskan latihan ini. Saat di Koridor Bintang yang ingin keruang ganti baju ia bertemu dengan seorang perempuan Vanya awalnya ia kira dia penggemar nya. Namun, dugaan tersebut salah. Perempuan tersebut berjalan terus melewati Bintang tanpa menyadari bahwa ada Bintang Sang Famous Bagaimana dengan reaksi Bintang saat Vanya tak menyadari kehadiran?
All Rights Reserved
#1
vanya
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Círculo del Destino
  • Clause of Us
  • My Celestia || Kabur dari Perjodohan, Jatuh ke Pelukan Konglomerat [21+]
  • GARWO KINASIH SANG DALANG
  • Pregnant With The Protagonist's Child (END)
  • Love For Rent (Antagonist Love Story)
  • ONESHOOT 21+
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Silent Traces by the Sea

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines