Membeli Langit Sendiri

Membeli Langit Sendiri

  • WpView
    Reads 30
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published about 18 hours ago
Di usia lima belas tahun, dunia Salsa runtuh saat seluruh tabungan sekolahnya habis demi membiayai operasi persalinan sang ibu. Di tengah keluarga yang toxic-ayah yang apatis, kakak pengangguran, dan saudara yang terus menuntut-Salsa dipaksa mengubur impiannya dan bekerja. Saat hampir putus asa, Ibu Diana, seorang guru berhati malaikat, hadir mengulurkan bantuan. Beliau membiayai sekolah Salsa hingga lulus dan menjadi satu-satunya pelindung tempat Salsa bersandar dari kejamnya rumah sendiri. Setelah lulus, Salsa bekerja keras memeras keringat dari pagi hingga malam. Namun, pengorbanannya justru dieksploitasi; ia dijebak menjadi "ATM berjalan" oleh keluarganya. Salsa masih mencoba ikhlas, hingga sebuah rahasia menjijikkan terbongkar: sang ibu yang satu-satunya menjadi harapan salsa untuk tetap hidup ternyata melakukan hal yang tidak pernah terlintas dibenak salsa. Hancur dan kecewa karena uang hasil kerja kerasnya justru membiayai kebusukan itu, sisa kewarasan Salsa habis. Setelah mengucapkan perpisahan emosional kepada Ibu Diana satu-satunya orang yang memegang rahasianya. Salsa melangkah pergi ke luar negeri sendirian. Dengan hati remuk redam dan koper di tangan, ia bertekad memutus hubungan toxic tersebut, menyembuhkan lukanya, dan bangkit untuk memeluk dirinya sendiri di bawah langit yang baru.
All Rights Reserved
#11
kesedihan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Halo, Kanael!
  • Target Si Supir
  • Desa Jragat [End] [Revisi]
  • The Antagonis Hates Socializing [End]
  • ELIAN ✓
  • Auto Save!
  • 𝐓𝐞𝐦𝐞��𝐧?
  • ELION (bl)
  • Trouble Maker
  • Lysander Lowell De Villiers

Kecelakaan tragis sembilan tahun lalu telah merenggut paksa dunia Kanael, hanya menyisakan raga yang tumbuh dengan jiwa yang terperangkap di usia balita. Bertahun-tahun Kanael hidup sebagai bayangan di rumahnya sendiri. Menjadi pelampiasan amarah yang tak berujung, dan dianggap tak lebih berharga dari sekadar beban. Di rumah itu, Kanael belajar bahwa keluarga adalah awal dari rasa sakit. Namun, saat Kanael pikir dunia benar-benar telah berakhir, ia justru menemukan rumah yang sesungguhnya. Tempat di mana Kanael tak perlu lagi meringkuk gemetar di kolong tempat tidur yang dingin dan kotor. Tempat di mana rasa sakitnya tak lagi harus ditanggung dalam diam. Sebab di sana, ada tangan-tangan hangat yang bersedia mendekap kerapuhannya. Kanael menemukan keluarga yang tak akan melepaskan genggamannya, meski dunia terasa terlalu bising. TW: child abuse, family trauma, PTSD/trauma response, family conflict, healing journey. [Start: 27 April 2026]

More details
WpActionLinkContent Guidelines