We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
The Chronicles of Silver Blade

The Chronicles of Silver Blade

  • WpView
    Reads 131
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 34
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Aug 3, 2026
WpInfo
Fiction
Fantasy
Dark Fantasy
Isekai and Reincarnation
Action and Thriller
"Dunia ini bukan panggung pahlawan, melainkan labirin kalkulasi." Yuuki Ryuuji tidak terlempar ke dunia lain untuk menjadi penyelamat yang diagungkan. Dengan sisa waktu kurang dari tiga puluh hari sebelum bencana besar (Calamity) menyapu kerajaan, dia dipaksa merangkak dari kasta petualang terendah. Tanpa zirah, tanpa kemewahan, dan hanya bermodalkan logika taktis dari dunia lamanya. Di tengah dinginnya dunia baru, investasi pertamanya bukanlah senjata legendaris, melainkan seorang budak perempuan ringkih bernama Astia. Bagi Yuuki, Astia adalah aset taktis yang harus ditempa; bagi Astia, Yuuki adalah tiran dingin yang ironisnya menjadi satu-satunya pelindung waras di dunia yang korup. Dari tambang batu bara terbengkalai hingga negosiasi ketat di pasar gelap ibukota, setiap keping perak yang keluar dan setiap tetes darah yang tumpah harus dihitung dengan presisi. Karena di dunia yang mematikan ini, satu kesalahan navigasi emosi atau kecerobohan taktis berarti satu hal: Kematian mutlak. **** Berisi dengan Ilustrasi yang dibuat oleh author
All Rights Reserved
#447
politics
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ibu Tiri Menolak Mati di Kehidupan ke-7
  • Sin of The Villainess
  • The Unwritten Lady
  • The Reborn Mama (END)
  • My Villainous Stepmom [END]
  • Transmigrasi: The Villain's Stepmother
  • Just let me live, Duke!
  • PEPINDHAN: Wadana lan Soca
  • A Family of Villains
  • The Duke's Red String (END)

Enam kali mati dibunuh tepat di usia 22 tahun. Di kehidupan ketujuh, Ravenna menolak menjadi mangsa. Sebagai seorang mantan pendidik, Ravenna tahu cara terbaik menghukum orang bodoh bukanlah dengan air mata, melainkan dengan merampas apa yang paling mereka hargai. Maka, ia membatalkan pertunangannya dengan Putra Mahkota secara elegan, mengosongkan brankas ayahnya, dan menyerahkan diri kepada pria paling berbahaya di benua itu-Grand Duke Alaric von Blackwood, sang Monster Utara. Tawarannya sangat sederhana: "Jadikan aku istri kontrak selama lima tahun. Aku akan mendidik dua anakmu dan menjadi perisai politik dari hukum Istana. Setelah anak-anakmu aman, ceraikan aku dengan pesangon emas." Bagi Ravenna, ini hanyalah transaksi bisnis. Ia hanya ingin selamat dari maut dan pensiun dengan tenang. Namun, logika dan rencananya gagal meramalkan satu hal... Dua anak tiri yang konon 'monster' itu kini menangis memeluk kakinya, enggan dilepaskan. Sementara sang Grand Duke yang terkenal berhati beku? Pria itu menatap Ravenna dengan sorot posesif yang menggelapkan akal sehat. "Kau yang memulai permainan ini, Istriku. Jangan harap aku akan melepaskan apa yang sudah menjadi milikku."

More details
WpActionLinkContent Guidelines