Prem Chawalitrujiwong adalah mahasiswa tingkat akhir yang mandiri namun terkenal berwajah judes. Suatu hari, saat sedang sibuk mencari referensi tempat magang di sebuah kafe, ia berjalan tanpa melihat jalan dan tidak sengaja menabrak seorang pria berjas rapi. Karena merasa pria itu muncul tiba-tiba di depannya, Prem yang kesal sama sekali tidak meminta maaf. Ia justru mengomeli pria tersebut sebelum pergi begitu saja.
Pria yang ditabrak Prem ternyata adalah Boun Noel Guntachai, pimpinan muda dari Guntachai Holdings. Beberapa hari kemudian, Prem mengirimkan surat lamaran magang ke perusahaan tersebut. Secara kualifikasi dan nilai, Prem sebenarnya tidak lolos seleksi awal. Namun, saat Boun memeriksa berkas para pelamar, ia mengenali foto Prem. Rasa penasaran membuat Boun memutuskan untuk menerima Prem di perusahaannya.
Kejutan tidak berhenti di situ. Begitu masuk, Prem langsung diangkat menjadi asisten pribadi Boun untuk membantu Joong, asisten senior yang sudah lama bekerja di sana. Sementara itu, Dunk, sahabat kampus Prem yang ceria, juga diterima magang namun ditempatkan di divisi yang berbeda. Dunk sering menjadi tempat Prem menumpahkan kekesalannya selama bekerja.
Awalnya, hubungan Boun dan Prem di kantor terasa kaku dan penuh gengsi. Prem menganggap Boun adalah bos yang menyebalkan, sedangkan Boun senang menguji ketahanan kerja Prem. Namun, karena setiap hari bekerja bersama, interaksi kecil mulai mencairkan suasana. Boun mulai melihat sisi pekerja keras dari Prem, dan Prem pun mulai menghargai perhatian-perhatian kecil yang diberikan Boun saat mereka harus lembur di kantor.
Todos os Direitos Reservados