(21+) Pelajaran Liar

(21+) Pelajaran Liar

  • WpView
    Leituras 1,085,146
  • WpVote
    Votos 3,093
  • WpPart
    Capítulos 28
WpMetadataReadMaduroConcluída dom, ago 9, 2026
WpInfo
Ficção
Romance
Erótica
Final Feliz
Cotidiano (Slice of Life)
"Tubuh Ibu wangi sekali. Bikin saya susah fokus" Sanggupkah Giska bertahan? Di balik kacamata dan wibawanya sebagai kepala sekolah muda yang tegas, Giska menyimpan hasrat liar yang perlahan bergejolak. Wanita perfeksionis itu runtuh seketika saat ia dikelilingi sepuluh pria jantan di sekolah barunya yang berlomba-lomba memancing gairahnya secara diam-diam. Cerita ini diperuntukkan untuk orang dewasa. Harap bijak ya!
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Obsesi Adik Ipar
  • Sexretary
  • SENTUHAN TERLARANG KOMANDAN SUAMIKU ( DEWASAAA 21++++ )
  • Iresetible Queen
  • Sugar Mommy
  • After Hours
  • Hot Lecturer
  • Short Story (18+)
  • OUT OF CAMERA S1 & S2 21+ [S2 Update!]
  • Untuk Hasrat Elena (21+)
  • KELAS SASTRA MBAK RAISA
  • Pembantu Seksi Sang CEO
  • TRUTH OR DARE: NAKED NIGHT
  • (21+) Hasrat Gelap
  • FWB Tapi Nyaman | 21+
  • Teman tapi Khilaf
  • Lotus ⚠️ End
  • Dress Up | 21+ completed
  • Wicked & Wild 21+
  • JALANG 21+ (TAMAT)

🔞 BAB LENGKAP DAN MASIH DALAM TAHAP REVISI‼️ Reygan tidak lagi menahan diri. Begitu pintu terkunci, ia menyambar pinggang Aluna dan menghempaskannya ke atas ranjang. Belum sempat Luna mengatur napas, tubuh besar Rey sudah mengukungnya, menindihnya dengan berat yang dominan dan menuntut. "Rey, ini gila-" "Aku memang sudah gila sejak tiga tahun lalu!" potong Rey kasar. Ia mencengkeram kedua tangan Luna, menguncinya di atas kepala dengan satu tangan yang luar biasa kuat. Rey merobek paksa gaun tidur Luna hingga tidak berbentuk. Ia langsung membenamkan wajahnya di dada Luna, menghisap dan menggigit kulit putih itu dengan agresif, seolah ingin memberikan tanda kepemilikan yang permanen. "Aaahh! Rey... s-sakit... nngghh..." Luna melenguh, antara rasa perih dan gairah yang meledak seketika. Tubuhnya gemetar hebat saat merasakan tangan Rey yang kasar masuk ke dalam celana dalamnya, merombak habis pertahanannya tanpa permisi. "Katakan siapa yang menyentuhmu sekarang, Luna?" geram Rey di depan wajahnya. Napas pria itu panas, matanya merah penuh obsesi. Ia tidak menunggu jawaban. Dengan satu tarikan merobek paksa celana dalam yang Luna kenakan dan dengan sentakan yang kuat penuh tenaga, Rey memasuki Luna, menghancurkan sisa-sisa kewarasan wanita itu. "Nnngggghhh! Rey!" Luna berteriak parau, matanya terbelalak saat rasa sesak sekaligus nikmat yang luar biasa menghujamnya. Rey bergerak dengan tempo yang cepat dan brutal. Setiap hentakan membuat ranjang berderit keras, beradu dengan suara napas mereka yang saling memburu. Luna tidak bisa berpikir lagi, ia hanya bisa mengikuti ritme liar Rey, kakinya melingkar erat di pinggang adik iparnya, menarik pria itu semakin dalam. "Lagi... Rey... ahh... lebih dalam..." isak Luna, menyerah sepenuhnya pada dosa yang paling nyata di hidupnya. Kamar itu berubah menjadi saksi bisu bagaimana rasa dingin Rey selama bertahun-tahun mencair menjadi gairah yang tidak tertahankan.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo