---
Jay dan Kael hanya terpaut 8 bulan. Sejak kecil mereka tumbuh bersama, saling bergantung seperti perangko.
Rumah yang seharusnya menjadi tempat teraman justru dipenuhi oleh ketegangan. Ayah mereka dikenal keras. Bentakan dan amarah telah menjadi hal yang lumrah.
Semuanya berubah ketika Jay menginjak usia 13 tahun.
Pada usia itu Jay menyadari dengan sangat jelas bahwa seorang ayah seharusnya menjadi pelindung, namun bagi mereka, ayah justru menjadi sumber luka terdalam.
Malam itu menjadi titik balik. Sejak saat itu Jay berjanji dalam hati untuk menjadi tameng bagi Kael.
Sejak hari itu pula, Jay dan Kael saling menguatkan.
Apabila salah satu terluka, maka yang lain akan merawat.
Apabila salah satu hampir menyerah, maka yang lain akan menguatkan.
Mereka bertahan bukan karena memiliki kekuatan, melainkan karena tidak ada orang lain selain mereka berdua.
Puncaknya terjadi ketika mereka berusia 15 tahun.
Ayah berselingkuh. Pertengkaran semakin menjadi. Hingga pada suatu malam, Ayah hampir menyakiti Ibu, dan hampir melukai Jay juga.
Di saat itulah kebencian Jay mencapai puncaknya, dan rumah yang selama ini retak akhirnya benar-benar hancur.
Tersisa hanya Jay dan Kael.
Dua bersaudara yang dipaksa untuk dewasa sebelum waktunya, yang hanya memiliki satu sama lain untuk bertahan dari badai yang di ciptakan oleh ayahnya sendiri
---
All Rights Reserved