We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
PAWANG TERAKHIR. (HEEHOON)

PAWANG TERAKHIR. (HEEHOON)

  • WpView
    Reads 8,199
  • WpVote
    Votes 1,069
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Aug 4, 2026
WpInfo
Fiction
LGBTQIA+
Horror
Creatures and Legends
Ghosts and Hauntings
KKN yang seharusnya menjadi pengabdian masyarakat berubah menjadi mimpi buruk ketika Sillah, mahasiswa asal kota, tanpa sengaja menarik perhatian sosok gaib yang merasuki Heksa, penari jaranan sekaligus putra ketua paguyuban desa. Di tengah teror yang semakin mengancam, Heksa justru mulai jatuh cinta pada Sillah. Namun, memisahkan perasaan Heksa dan obsesi makhluk yang menghuni tubuhnya ternyata jauh lebih sulit daripada mengusir roh itu sendiri.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hi, Jeju
  • Bittersweet Nectar | {Jayhoon-Jayke} END
  • Forbidden Fanservice | HeeHoon | Bite 🍡
  • SECRETLY YOURS || HEEHOON {END}
  • The Mafia's Wife |𝐇𝐞𝐞𝐡𝐨𝐨𝐧 𝐀𝐔
  • FATE TRAGEDY ||  HEEHOON {END}
  • REBIRTH || HEEHOON {END}
  • Transmigrated as the villainess : Mission to seduce | HEEHOON
  • CHECKMATE. | JaySeung
  • Orchid The Dancer || Heehoon ✓
Hi, Jeju

Bagi Park Sunghoon, Seoul adalah neraka yang berwujud labirin beton. Kota itu merenggut ibunya, merenggut warasnya, mewariskan seorang ayah bajingan yang gila judi dengan tiga mantan istri, dan memaksanya menjadi tameng hidup sekaligus "ibu" bagi kedua adik tirinya yang masih kecil di usianya yang baru sembilan belas tahun. Sunghoon mengira menghabiskan malam dengan membersihkan kamar-kamar VVIP di hotel termegah kota itu adalah titik terendahnya. Sampai pada suatu malam yang pekat, sesosok pria asing yang mabuk parah meruntuhkan sisa harga diri yang mati-matian ia jaga. Tanpa kata, tanpa ampun. Kehilangan kesucian, membawa janin yang tak berdosa, dan dikejar ketakutan, Sunghoon memilih melarikan diri sejauh mungkin. Menuju pulau di ujung selatan yang ia harap bisa menjadi tempat peristirahatan terakhirnya. "Hi, Jeju..." "Tolong sembunyikan aku, adikku dan anakku." Namun, Sunghoon tidak pernah tahu jika malam naas itu menyisakan sebuah benang merah yang kusut. Saat takdir menuntun keluarga besar Lee menemukan sang darah daging di pesisir Jeju yang amis, sanggupkah Sunghoon tetap bersembunyi? Ataukah ia harus kembali menyerahkan dirinya pada sang pemangsa?

More details
WpActionLinkContent Guidelines