Seperti Lilin yang Tak Membenci Api

Seperti Lilin yang Tak Membenci Api

  • WpView
    Reads 0
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 12, 2026
Dunia ini terasa berhenti ketika aku harus siap menerima kenyataan pahit, kenyataan bahwa semua memang sudah berbeda. Tidak semua yang datang berarti akan menetap. Ada yang hanya singgah, ada yang sekadar penasaran, atau mungkin benar-benar jatuh cinta, hanya saja semesta tidak merestui. Bandung kala itu sangat istimewa karena adanya Marcelino. Dunia seakan memberikan begitu banyak hadiah istimewa kepadaku sebelum akhirnya, semesta pula yang menjatuhkanku ke dalam jurang kesedihan. Bandung terasa seperti kota impian bagiku, dan jatuh cinta di Bandung tidak pernah terlintas di benakku hingga akhirnya aku bertemu dengannya. Inilah kisahku, kisah yang kusimpan dengan sangat baik saat masih bersamanya. Bandung menjadi saksi atas kisahku bersama Marcelino. Aku akan menyimpan semua kisah ini sebaik mungkin. Akan kuceritakan betapa indahnya sosok Marcelino di mataku, dan Bandung selalu mempunyai cara untuk membuat kisah ini terasa semakin manis. Aku, kamu, dan Bandung kala itu.
All Rights Reserved
#2
titiknadir
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Dateline [END]
  • Silent Traces by the Sea
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Pawang Hantu Om Aktor
  • MINE, NO ONE ELSE (ON GOING)
  • Nala dan Mas Juragan
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • I Won't Be the Tragic Fiancée (END)
  • Be My Wife

Bagi Sekar, bekerja di agensi iklan rasanya seperti bermain survival game. Deadline yang tidak masuk akal, revisi, presentasi, membuat copy dadakan, sampai brainstorming tengah malam. Semuanya sudah menjadi makanan sehari-hari dan seharusnya sih, aman terkendali. Kecuali saat klien Bank itu datang mengacak-acak seluruh tatanan. Gilbran Mahesa. Dia adalah sumber migrain terbesar bagi satu tim kreatif dan suka membuat pegawai lain ketar-ketir. Bagaikan alarm deadline yang tidak pernah berhenti berdentang. Dia mustahil diajak kompromi, sulit diakali, dan selalu memberi revisi yang tak terduga. Perlahan, Gilbran bukan hanya menumpuk deadline di kalender Sekar. Dia juga mulai menyelipkan 'date-line' alias serangkaian kencan tersembunyi yang membuat Sekar bingung. Ini kerjaan, jebakan, atau justru kesempatan? ⚠️ Peringatan: Cerita ini karya asli penulis. Dilarang menyalin, menggandakan, atau mempublikasikan tanpa izin. Cover edited by canva and procreate First published: October 4th 2025

More details
WpActionLinkContent Guidelines