Dimana dika yang kemarin. || SALDIK

Dimana dika yang kemarin. || SALDIK

  • WpView
    Reads 1,025
  • WpVote
    Votes 194
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published about 13 hours ago
Isal api. Panas kalau mau, dingin kalau tidak. Dika air. Mengalir, mengetuk, menunggu. Satu atap. Dua arah. Dika meminta perhatian dengan tawa. Isal membalas dengan diam. Bukan benci. Isal hanya tidak pernah belajar untuk mengakui. Isal terlalu sibuk jadi dirinya sendiri. Terlalu sibuk menata dunia yang tak ada Dika di dalamnya. Seakan akan rumah itu hanya ada satu penghuni. Seolah Dika adalah pajangan. Dika tak meminta suatu barang yang mahal atau pun yang langka. Ia hanya meminta perhatian dari abangnya sendiri. Isal. Sampai waktu datang. Tidak memberi aba aba, tidak memberi pamit. Waktu mengambil bintang itu di tengah malam. Dan langit baru panik mencari cahaya bintang.
All Rights Reserved
#210
keluarga
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • JEEVANA
  • Second
  • Given || Ju Jihoon
  • The King & The Doctor
  • NIGHT NOISES || Romance Horror [SEGERA TERBIT]
  • KUASA DUNIAWI(Transmigrasi BL)
  • I Want to Live [END]
  • Secretary Or Mommy? || HIATUS
  • [BL Transmigrasi] Male Concubine
  • Love at Time's Brink [PROSES TERBIT]✔️
JEEVANA

"Gue terpaksa nikah sama lo, demi bayi yang ada di perut lo." Kata-kata itu jatuh seperti pisau yang menancap tepat di hati Kiana Alisha. Pernikahan yang seharusnya menjadi momen bahagia, kini hanya terasa seperti hukuman. Ia tidak diinginkan. Bukan sebagai istri, bukan sebagai seseorang yang layak dicintai. Pria di hadapannya, sosok yang dingin dan kasar, menikahinya bukan karena cinta-hanya karena tanggung jawab, Tatapan matanya tajam, seolah berkata bahwa semua ini hanya sementara. Bahwa setelah bayi itu lahir, segalanya akan berakhir semuanya. Namun, takdir selalu punya cara untuk mempermainkan hati manusia. Dalam kebencian, mungkin terselip perasaan yang tak terduga?

More details
WpActionLinkContent Guidelines