Di bawah langit Kesultanan Demak, Arya Dewangga adalah perwujudan kesempurnaan, bijaksana, ahli pedang, dan matang. Di matanya, Citrawati adalah ketenangan, sosok wanita ideal yang ia hormati semua orang. Namun, siapa yang mampu menerka garis takdir?
Sebuah insiden memaksa Dewangga mengikat janji suci dengan Roro Gendis, gadis bungsu yang manja, jenaka, dan terpaut usia tiga belas tahun dengannya. Bagi Dewangga, Gendis hanyalah adik kecil yang ia saksikan tumbuh sejak bayi. Namun di balik sifat manjanya, Gendis menyimpan keteguhan yang tak pernah diduga siapa pun.
Ini bukan sekadar cerita tentang romansa, melainkan tentang arti rasa yang lebih luas. semua hal kasih yang kau punya dalam dihatimu, semua itu adalah bentuk cinta.
Arya Dewangga terpaku menatap nasib di depannya. Gadis kecil yang ia anggap sebagai adik berdiri tiga tombak di hadapannya. Wajah kecilnya yang lugu nan sawo matang ranum itu dengan mantap mengangguk, tanpa tahu arti sejati dari sebuah ikatan.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Peringatan⚠️🌷
Cerita ini adalah karya fiksi sejarah. Meskipun menggunakan latar era Kesultanan Demak, nama tempat, dan beberapa tokoh nyata sebagai inspirasi, sebagian besar plot, interaksi karakter, dan lini masa di dalamnya adalah hasil imajinasi pribadi demi kebutuhan drama cerita. Mohon maaf jika ada ketidakakuratan sejarah, mari nikmati kisah ini sebagai fiksi murni ya, sooo happy reading!😭✨🙏
All Rights Reserved