ECLIPSE

ECLIPSE

  • WpView
    Reads 832
  • WpVote
    Votes 169
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Aug 5, 2026
WpInfo
Fiction
Action and Thriller
Fantasy
LGBTQIA+
Status Alpha yang sempurna milik Yoshinori terusik saat ia bertemu Park Jeongwoo, adik kelasnya yang merupakan seorang Enigma, status langka yang mampu membalikkan dominasi sang senior hanya dengan satu tatapan. 21+ BXB! Bagi yang homophobic bisa skip. MATURE CONTENT. TW! BLOOD JEONGWOO & YOSHI <[JEONGSHI]> YOSHI BOT! Cerita ini tidak ada hubungannya dengan kehidupan asli sang idola.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • S Di Antara Dua N
  • Side Character Syndrome
  • AVISENA
  • The Last Antagonis
  • Cinta Yang Tumbuh Bersama
  • Jangan Halangi Pensiun Diniku, Mas Aktor!
  • Vian Di Keluarga Antagonis
  • NEALINE : Blood and Ice Cream
  • [TAMAT] Help, I'm a Zombie!
  • 𝗜𝗸𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗬𝗮𝗻𝗴 𝗧𝗮𝗸 𝗧𝗲𝗿𝗱𝘂𝗴𝗮

Dunia menyambut Navaro Azael Aryan dengan tangis haru dan sorak sorai. Lima menit kemudian, Nazino Azel Arian lahir, melengkapi kebahagiaan yang sudah meluap. Namun, takdir rupanya masih menyimpan kejutan di balik tirai. Lima belas menit berlalu, saat ruang persalinan hampir tenang, kontraksi hebat kembali datang. Lahir lah si bungsu, Savero Aziel Arthan. Alih-alih sorak sorai, keheningan yang canggung justru menyelimuti ruangan. Tatapan kedua orang tua mereka bukan lagi binar bahagia, melainkan keterkejutan yang sulit diartikan. Maklum saja, selama sembilan bulan pemeriksaan USG, dokter hanya menyatakan ada dua janin. Savero kecil rupanya sangat pandai bersembunyi di balik punggung kedua kakaknya, seolah ia memang sudah terbiasa mengalah sejak dalam kandungan. Perbedaan itu dimulai sejak detik pertama mereka menghirup udara dunia. Saat ketiganya menangis bersahutan, sang ibu langsung meminta suster membawakan Nazino ke pelukannya, sementara sang ayah sibuk menenangkan Navaro yang tampak gelisah. Lalu, bagaimana dengan Savero? Ia hanya menangis di dalam boks bayi, ditenangkan oleh usapan sarung tangan karet seorang suster yang merasa iba. Sejak saat itu, garis pembatas itu nyata adanya. Perbedaan itu bukan sekadar ketidaksengajaan, melainkan menjadi identitas yang melekat. Lihat saja namanya. Kedua kakaknya kompak menggunakan inisial N, sementara ia terlempar jauh ke abjad S. Kebiasaan dibedakan selama belasan tahun membentuk mental Savero menjadi baja. Ia bukan tipe remaja yang akan mengurung diri di kamar dan menangis hanya karena tidak dibelikan baju yang sama dengan kakak-kakaknya. Justru, Savero membangun dunianya sendiri dengan prinsip Anti Mainstream. Start : 8/3/2026 End : - Sampul by Ai

More details
WpActionLinkContent Guidelines