Atualizamos nossas Diretrizes de Conteúdo.
Consulte as diretrizes mais recentes para continuar compartilhando histórias com segurança.
Saiba mais
SANG WREDA

SANG WREDA

  • WpView
    Leituras 10
  • WpVote
    Votos 3
  • WpPart
    Capítulos 3
WpMetadataReadMaduroEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização qui, jul 16, 2026
WpInfo
Ficção
Cultura e Identidade
Temas Sociais
Histórico
Eyang Nur Asih adalah sosok ibu kedua bagi Hisyam. Melalui beliau, bocah kecil itu mengenal makna kehidupan melalui cerita, dongengan, sejarah, pengalaman dan nasehat serta wejangan dari Eyang Uyutnya itu. Eyang Nur Asih tidak hanya membimbing cicit kecilnya untuk berlaku baik. Namun beliau mengajarkan tentang makna kehidupan, nasionalisme serta menjunjung arti persaudaraan yang hakiki. Di pematang saaah, di pinggir sungai, di rumah joglo tua hingga menjelang tidur, Hisyam mendapat banyak sekali pelajaran berharga dari sosok sepuh itu. Dipenghujung senjanya Eyang Nur Asih, Hisyam harus menelan pil pahit takdir manakala ia berjanji membawa piala kejuaraan untuk Eyang Uyutnya, namun takdir berkata lain. Piala itu jatuh tergeletak diatas tanah sebelum sempat diperlihatkan pada Eyang Uyutnya. Dunianya saat itu mulai sunyi. Sosok sandaranya telah pergi ke alam ke abadian. Disinilah, kisah Hisyam dan Eyang Nur Asih, cicit dan Eyang Uyut itu berjalan. . . . . Diadopsi dari cerita kehidupan penulis sendiri bersama almarhum Eyang Uyutnya. . . .
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Auto Save! [END]
  • After the Fall
  • The Pinky Boy
  • Lysander Lowell De Villiers
  • Target Si Supir [END]
  • PROYEK SATU TAHUN
  • "Liburan" Bonus Suami
  • ELION (bl)
  • Tresna Kang Tinatih Ing Alas Jati
  • Trouble Maker[END]

​"Bang, sumpah gue capek direvisi terus. Pengen resign terus nikah sama sugar daddy aja rasanya." "Kirimkan syarat pendaftarannya ke saya." "Hah? Pendaftaran apaan? Staf desain baru?" "Pendaftaran untuk menjadi laki-laki yang membiayai seluruh sisa hidup kamu." "Bang, kata anak-anak, Abang baru aja nolak Kak Dita ya? Padahal dia primadona kampus loh." "Itu bukan urusan kamu." "Lagian Abang nyari standar yang kayak gimana sih? Yang modelan bidadari turun dari kahyangan aja ditolak mentah-mentah." "Saya mencari yang berantakan, paling susah diatur, hobi begadang, dan selalu membantah ucapan saya..." "..." "Dan wangi tubuhnya seperti permen stroberi." Javas Mahesa (Jaja) mengira kutukan terburuknya sebagai mahasiswa DKV adalah urban legend hantu gantung diri di kosan lantai empatnya. Ternyata dia salah besar. Bencana aslinya justru berwujud Rendra Aditama, mahasiswa tingkat akhir Fakultas Hukum sekaligus koordinator divisinya yang kaku, galak, dan punya hobi meneror kanvas Figma milik Jaja dua belas jam sehari. Berawal dari keterpaksaan berburu sertifikat kelulusan, Jaja pikir penderitaannya di bawah kekuasaan kursor biru itu hanya sebatas nasib staf bawahan yang tertindas. Namun, dengan semua rentetan revisi tanpa ampun, kating hukum itu rupanya menyimpan agenda lain. Rendra tidak hanya berniat mendominasi kanvas desain Jaja, tapi juga seluruh perhatian, waktu, dan detak jantung mahasiswa baru yang selalu membuatnya pusing itu. Selamat datang di pusaran Nawasena Project. Tempat di mana revisi desain tidak pernah selesai, dan sikap posesif ugal-ugalan bersemi secara paksa dari sebuah ruang kerja digital. [Rank #1 - di #kampus 03/06/2026] [Rank #4 - di #bllokal 26/05/2026] [Rank #11 - di #boyslove 16/06/2026] Di-publish pertama kali pada Mei 2026.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo