We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Pulang Kepadamu

Pulang Kepadamu

  • WpView
    Reads 71
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureComplete Tue, Jul 14, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Workplace
Happy Ending
Slow Burn
Sebagian besar gaji Nara selalu pulang ke rumah. Sementara dirinya sendiri lupa bagaimana rasanya hidup untuk diri sendiri. Setelah ditinggal menikah oleh lelaki yang tak mampu memperjuangkannya, Nara tak lagi percaya pada cinta. Hingga Dito hadir dan mengajarkannya bahwa pulang tak selalu tentang rumah.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Pregnant With The Protagonist's Child (END)
  • GARWO KINASIH SANG DALANG
  • ONESHOOT 21+
  • My Celestia || Kabur dari Perjodohan, Jatuh ke Pelukan Konglomerat [21+]
  • Clause of Us
  • Silent Traces by the Sea
  • Love For Rent (Antagonist Love Story)
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Círculo del Destino

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines