We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Gate of Artemis

Gate of Artemis

  • WpView
    Reads 34
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Aug 5, 2026
WpInfo
Fiction
Fantasy
Ancient Civilizations
Mystery
Murder
Dunia ini diambang kehancuran. Monster-monster berkeliaran di tanah manusia dan menguasai dunia milik manusia. Di kota-kota yang memiliki bangunan setinggi langit, berdiri sebuah markas hunter. Markas ini berisikan manusia-manusia yang memiliki keberanian untuk melawan monster dan mengambil kejayaan mereka kembali. Namun, dibalik kehidupan modern para manusia, tersembunyi rahasia yang para hunter sendiri tidak mengetahuinya. Sebuah peradaban kuno, yang mempercayai dewa kembali bangkit. Nama sang dewi semakin terdengar hingga dunia modern yang tak mempercayai keberadaan mereka. Semakin nama itu meluas, konflik, monster, dan kekuatan yang seharusnya tak ada semakin tercium. Saat kebenaran semakin terkuak, para manusia itu tahu bahwa dunia mereka tengah diobrak abrik oleh sesuatu. Sesuatu yang membuat para monster berada di dunia mereka. Cerita murni dari pemikiran author tanpa adanya campur tangan dari pihak lain. Dilarang keras untuk melakukan plagiat pada cerita author!! Cover by Ai
All Rights Reserved
#17
dewi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ibu Tiri Menolak Mati di Kehidupan ke-7
  • Sin of The Villainess
  • Transmigrasi: The Villain's Stepmother
  • A Family of Villains
  • PEPINDHAN: Wadana lan Soca
  • The Unwritten Lady
  • The Reborn Mama (END)
  • The Duke's Red String (END)
  • My Villainous Stepmom [END]
  • Just let me live, Duke!

Enam kali mati dibunuh tepat di usia 22 tahun. Di kehidupan ketujuh, Ravenna menolak menjadi mangsa. Sebagai seorang mantan pendidik, Ravenna tahu cara terbaik menghukum orang bodoh bukanlah dengan air mata, melainkan dengan merampas apa yang paling mereka hargai. Maka, ia membatalkan pertunangannya dengan Putra Mahkota secara elegan, mengosongkan brankas ayahnya, dan menyerahkan diri kepada pria paling berbahaya di benua itu-Grand Duke Alaric von Blackwood, sang Monster Utara. Tawarannya sangat sederhana: "Jadikan aku istri kontrak selama lima tahun. Aku akan mendidik dua anakmu dan menjadi perisai politik dari hukum Istana. Setelah anak-anakmu aman, ceraikan aku dengan pesangon emas." Bagi Ravenna, ini hanyalah transaksi bisnis. Ia hanya ingin selamat dari maut dan pensiun dengan tenang. Namun, logika dan rencananya gagal meramalkan satu hal... Dua anak tiri yang konon 'monster' itu kini menangis memeluk kakinya, enggan dilepaskan. Sementara sang Grand Duke yang terkenal berhati beku? Pria itu menatap Ravenna dengan sorot posesif yang menggelapkan akal sehat. "Kau yang memulai permainan ini, Istriku. Jangan harap aku akan melepaskan apa yang sudah menjadi milikku."

More details
WpActionLinkContent Guidelines