We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Cerita Sabiru

Cerita Sabiru

  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 25, 2026
WpInfo
Fiction
"Umma lihat, Bilu ganteng tidak?" Anak kecil berusia 3 tahun itu berlari kecil menghampiri wanita cantik yang tengah sibuk bertempur dengan peralatan dapurnya pagi ini. "Ganteng sekali anak umma. Beli dimana kostum dino nya?" "Ayah yang belikan kemalin di cana umma." Jawabnya menunjuk lucu ke arah jendela luar rumahnya. Aisya mengelus lembut pipi chubby putranya itu, "oke.. oke, Biru mau bantu Umma?" "Heummm tentu saja Bilu mau," anak itu mengangguk cepat dengan senyum manisnya. "Sekarang Biru bantu Umma, panggilkan kakak-kakak untuk sarapan, oke?" "Siap Umma cantik," Biru berlari kecil meninggalkan dapur, menuju kamar kakak-kakaknya. Aisya yang melihat putranya berlari dengan ekor dino yang ikut bergerak ke kanan dan kiri mengikuti langkah putranya pun terkekeh gemas. "Masyaallah, lucu sekali anak Umma," setetes air mata jatuh tanpa Aisya sadari. Laki-laki paruh baya yang baru saja masuk dapur, setelah selesai mencuci mobilnya pun menghampiri Aisya, sang istri. Ia memeluk tubuh istrinya erat. "Sayang kenapa? kok nangis," tanya Abyan, sang suami. "Aku seneng mas, aku bahagia liat tingkah Biru. Liat senyum Biru. Ngga kebayang gimana hancurnya aku kalo Biru-" "Sttt, Biru anak kuat, anak kita kuat, percaya sama mas kalo Biru bakal baik-baik aja, Biru bakal menemani kita sampai masa tua kita nanti." Abyan memotong ucapan sang istri yang mulai berpikir hal yang tidak-tidak. "Aku harap begitu mas." Haii, aku kembali dengan membawakan satu cerita baru, di jamin seru sih. Ayo cepat-cepat kepoin🤭 ‼️Cerita murni imajinasi dari penulis ‼️ ⚠️ Don't copy paste ⚠️
All Rights Reserved
#866
cemara
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lysander Lowell De Villiers
  • Tresna Kang Tinatih Ing Alas Jati
  • ELION (bl)
  • The Pinky Boy
  • "Liburan" Bonus Suami
  • Target Si Supir [END]
  • PROYEK SATU TAHUN
  • Trouble Maker[END]
  • After the Fall
  • Auto Save!

Lysander Lowell De Villiers, anak bungsu dari empat bersaudara, lahir pada usia kandungan sang bunda yang baru menginjak 28 minggu. Ia datang ke dunia lebih cepat dari seharusnya-rapuh, kecil, dan nyaris tak terdengar suaranya. Sebuah kelahiran prematur, seolah hidupnya sejak awal sudah dimulai dengan perjuangan. Sejak pertama kali membuka mata di dunia, Lysander tidak pernah benar-benar tinggal di tempat yang bisa ia sebut rumah. Ia dibawa oleh kakek dan neneknya, dibesarkan dalam kehangatan sederhana, namun tanpa kehadiran seorang ibu. Sang bunda telah pergi untuk selamanya-tepat di hari yang seharusnya menjadi awal dari segalanya. Ia pun tumbuh jauh dari sosok yang seharusnya ia panggil "Papa"-seseorang yang bahkan tak pernah benar-benar ia kenal. Kini, di usianya yang ke-13, hidupnya mulai berubah ketika pria itu datang... dan membawanya pergi ke kehidupan yang asing, bersama saudara-saudara yang hanya terikat darah, bukan kenangan. -gambar by pinterest.

More details
WpActionLinkContent Guidelines