Bagi Aura, hidup sebagai siswi penerima beasiswa di SMA Pelita Bangsa adalah perjuangan tanpa akhir. Dia hanya ingin menjadi tak kasatmata. Namun, sejak menjadi target perundungan Nadia dan gengnya, dunianya berubah menjadi neraka. Loker yang hancur bersimbah darah, pengucilan, hingga teror di gudang olahraga yang dingin hampir membuatnya gila.
Di tengah keputusasaan itu, datanglah Rei.
Sang Ketua OSIS yang sempurna, tampan, dan disegani. Rei hadir bagai malaikat penolong-menyelimutinya dengan jas hangat beraroma kayu cendana, membelanya di depan semua orang, dan memberikan tempat bersandar paling nyaman saat seluruh dunia menjauhinya.
Bagi Aura, Rei adalah penyelamat. Tempat aman di mana dia bisa melarikan diri.
Namun, di balik senyum malaikat dan perhatian manis yang melumpuhkan logika itu, ada sangkar tak kasatmata yang sedang dirajut dengan sangat rapi. Aura tidak pernah tahu bahwa setiap teror, setiap air mata, dan setiap ketakutan yang dia alami... semuanya berjalan sesuai dengan kalkulasi dingin sang penyelamatnya sendiri. Karena bagi Rei, Aura adalah burung kecil yang rapuh. Dan seekor burung yang rapuh harus dikurung di dalam sangkar emas selamanya-hanya miliknya, seutuhnya.
"Kamu tidak butuh mereka, manis. Cukup ada aku di sini."
Todos os Direitos Reservados