Mine To Protect

Mine To Protect

  • WpView
    Reads 30
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 17, 2026
DISCLAIMER! Ini lapak gxg, yang merasa homophobic bisa minggat dan jangan diteruskan!! ___________________________________________ Ancaman anonim membuat keluarga Ashford mengambil satu keputusan: Aruna (21) harus dikawal ke mana pun ia pergi. Yang membuat Aruna kesal bukan karena memiliki bodyguard. Melainkan karena bodyguard barunya tidak pernah bisa ia goda. Sienna (24) selalu menjaga jarak. Tidak pernah tertawa. Tidak pernah terpancing. Namun semakin keras Aruna mencoba menembus tembok itu, semakin sering Sienna menunjukkan sisi lembutnya-diam-diam memastikan Aruna makan tepat waktu, berdiri paling depan saat ada bahaya, dan selalu menjadi orang pertama yang melindunginya. Suatu malam, ketika sebuah insiden membuat mereka hampir kehilangan satu sama lain, batas antara hubungan profesional dan perasaan pribadi mulai kabur. Kini pertanyaannya bukan lagi siapa yang melindungi siapa. Melainkan siapa yang akan lebih dulu mengakui perasaannya.
All Rights Reserved
#35
mystery
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  •  "The Protector's Legacy: Love, Chaos, and the Choi Heirs
  • Ferrell Harland Natio
  • The Baby Of Valderic
  • Terasingkan (On Going) (Slow Update)
  • Force to Marry the Devil
  • Heir of 24 Hours
  • Just A Name
  • Changed || Caine Chana || FANFIC || S3 ON GOING
  • Transmigrasi: Dion or Daniel (Hiatus)
  • Stay with you? Really?

Jennie mendengus, lalu masuk ke dalam mobil. Saat Lisa hendak duduk di kursi depan samping supir, Jennie tiba-tiba bersuara. "Siapa bilang kau duduk di depan? Kau duduk di belakang, di sampingku. Aku ingin melihat seberapa hebat 'pahlawan' pilihan Appa ini saat aku sedang merasa bosan," perintah Jennie dengan nada meremehkan. Lisa terdiam sejenak, lalu mengangguk. "Baik, Nona."

More details
WpActionLinkContent Guidelines