Raja Tanpa Pion

Raja Tanpa Pion

  • WpView
    Reads 30
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Sep 23, 2026
WpInfo
Fiction
Science Fiction
Aliens
Action and Thriller
Survival
"Di atas papan catur ini, satu langkah salah berarti mati. Dan kau tidak akan pernah tahu siapa yang akan dikorbankan berikutnya." Panca terbangun di sebuah tempat asing yang mengerikan, langsung terjebak di tengah situasi hidup dan mati. Tanpa penjelasan, tanpa persiapan, dia dipaksa menjadi bagian dari sebuah permainan maut yang dingin, sistematis, dan tanpa ampun. Di tengah keputusasaan di mana semua orang hanya memikirkan diri mereka sendiri, sebuah tangan menyeret Panca keluar dari maut. Damian, seorang pemuda bermata dingin dengan pemikiran yang sulit ditebak, memilih untuk melindunginya. Bersama, mereka harus bertahan hidup melewati enam tingkat permainan maut yang terinspirasi dari bidak catur. Saat satu per satu manusia di sekitar mereka gugur dan sifat asli seseorang terungkap. Namun, ketika bidak-bidak di atas papan mulai habis dan permainan mendekati babak akhir... apakah taktik Damian cukup untuk membawa mereka keluar hidup-hidup? Atau sebenarnya, ada harga mati yang harus dibayar sejak awal?
All Rights Reserved
#11
tragis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Past Keeper : Maliaza Ambaraningdyah
  • The Way To Protect My New Family
  • She's Helena | END (SUDAH TERBIT)
  • Within a Hundred Days (TAMAT)
  • Ralafitta's Life (END)
  • Limited Time Antagonist [END]
  • The Queen's Revenge
  • Rewrite My Second Life [END]
  • I am The General Wife
  • Roos

NOTE// Cerita ini murni fiksi dan khayalan saya. Tidak bermaksud menyinggung kalangan manapun. Satu lukisan menarik perhatianku. Itu hanya lukisan hitam putih yang terlihat sangat tua berbingkai cokelat kayu, sederhana dengan seorang gadis yang mengenakan kebaya kuno duduk di sebuah batu besar. Gunung di belakangnya bahkan terlihat tunduk dengan keanggunan gadis itu. "Alia?" Meski mataku terbuka, aku tahu sebagian jiwaku masih ada di atas kasur. Lorong ini gelap dan aku mengantuk jadi pandanganku memudar. "Itu Lia?" Aku mengangkat tanganku menunjuk lukisan itu. Itu aku. Gadis di lukisan itu terlihat seperti aku. . Alia yang menghabiskan libur semesternya dengan pulang kampung dan menginap di Rumah Keluarga terlempar ke masa lalu ketika ia bangun dari tidurnya. Menghabiskan waktu dan hidup di dunia yang asing dengan tubuh yang bukan miliknnya. Bisakah Alia menjalani hidupnya? Bisakah Alia bertahan dari percobaan pembunuhan yang terjadi? Bisakah Alia kembali menemukan jalan pulang? Ataukah seseorang membuatnya tinggal?

More details
WpActionLinkContent Guidelines