Rayuan Manis Wanita Gila

Rayuan Manis Wanita Gila

  • WpView
    OKUNANLAR 247
  • WpVote
    Oylar 56
  • WpPart
    Bölümler 17
WpMetadataReadDevam ediyor
WpMetadataNoticeSon yayınlanan yaklaşık 18 saat önce
WpInfo
Kurgu
Romantik
Düşmandan Aşığa
Milyarderler ve CEO'lar
Ağır İlerleyen
RAYUAN MANIS PEREMPUAN GILA Bagi Migunani Kusuma Dewa (39), hidup adalah kalkulasi linear yang steril. Sebagai Dewa Logistik yang memimpin menara beton korporasinya, tidak ada ruang bagi variabel emosi yang tak terduga-terutama setelah masa lalunya terkunci rapat dalam dinginnya pernikahan tanpa cinta yang menyisakan ruang hampa. Dia telah lama memilih menjadi patung batu yang tak tersentuh di balik zirah besinya. Sampai hukum mitigasi risikonya dipaksa runtuh oleh kedatangan Tanisha Ranaya Isvara (25). Perempuan berambut merah ceri itu bergerak dengan keliaran seni yang murni dan kelancangan manis yang tidak mengenal batas formalitas. Tanisha datang membawa aroma vanila yang hangat, pendar keperakan anting bulan sabit kuno di telinga kirinya, dan sebuah tekad nekat untuk mencairkan es abadi di hati sang taipan paruh baya. Bagi Migunani, Tanisha adalah radiasi matahari musim panas yang terlalu cerah, sementara dirinya adalah zat beracun yang hanya akan meredupkan cahaya gadis itu. Jarak sengaja dibuat, penolakan taktis dipasang sebagai tameng. Namun, semakin keras sang patung batu melarikan diri ke dalam kesunyian, semakin liar arus bawah ketertarikan menarik mereka ke dalam pusaran kerentanan yang sama. Di ambang batas penahanan diri yang menyiksa saraf sensorik, ketika konfrontasi sunyi menghapus seluruh embel-embel jabatan dan menyisakan detak jantung yang saling berpacu gila dalam pelukan pertama... menara beton Jakarta menjadi saksi: bahwa zirah terbaik seorang manusia tidak akan pernah cukup kuat untuk menahan rayuan manis seorang perempuan gila. "Matahari tidak akan pernah takut pada es yang membatu. Dia datang untuk mencairkannya. Dan jika pendar cahaya saya harus meredup demi meruntuhkan gua batu ini... maka saya akan dengan sukarela membiarkan diri saya tenggelam bersama Anda, Migunani." [SLOW BURN / MATURE ROMANCE / AGE GAP / INTJ x ENFP VIBES] 🍒Sebuah roman sastera yang ditulis dengan manis, mendalam, dan bernyawa✨
Tüm hakları saklıdır
#35
agegapromance
WpChevronRight
En büyük hikaye anlatıcılığı topluluğuna katılınKişiselleştirilmiş hikaye önerileri alın, favorilerinizi kütüphanenize kaydedin ve topluluğunuzu büyütmek için yorum yapın ve oy verin.
Illustration

Ayrıca sevebilecekleriniz

  • Nala dan Mas Juragan
  • Clause of Us
  • Under The Authority Of Senopati
  • My Celestia || Kabur dari Perjodohan, Jatuh ke Pelukan Konglomerat [21+] END
  • Círculo del Destino
  • Night Calls
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • A Matchmaker's Quest [END]
  • Mas Bupati
  • Pregnant With The Protagonist's Child (END)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Daha fazla bilgi
WpActionLinkİçerik Rehberi