We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Rumah Paling Berisik 🏡

Rumah Paling Berisik 🏡

  • WpView
    Reads 40
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 17, 2026
WpInfo
Fanfic
Rumah itu tidak pernah benar-benar sepi. Sejak matahari terbit hingga lampu ruang tamu dimatikan, selalu ada suara tawa, langkah kaki yang berlarian, atau seseorang yang mengadu karena baru saja dikerjai saudaranya sendiri. Di sanalah Ayah dan Bunda membesarkan sembilan anak dengan kepribadian yang berbeda-beda. Jarell yang selalu menjadi penengah. Arel pelukis berbakat yang lebih sering mengekspresikan pikirannya lewat kanvas. Leon yang hobi usil kepada saudara-saudaranya. Gavin yang paling jahil dan tanpa sadar mewarisi sifat usil Ayah. Sagara yang paling cerewet soal kebersihan dan paling betah berada di dapur. Aruna satu-satunya anak perempuan yang selalu berusaha terlihat mandiri meski sering menjadi korban keisengan Gavin. Xion yang penuh ide-ide di luar dugaan. Arsha yang tenang, jujur, dan dapat diandalkan. Serta Sean sih bungsu yang polos dan selalu berhasil membuat suasana rumah semakin hidup. Meski Ayah dan Bunda sama-sama berprofesi sebagai dokter dengan jadwal yang padat, keduanya selalu berusaha meluangkan waktu untuk pulang, makan bersama, mendengarkan cerita anak-anak mereka, dan memastikan rumah ini tetap menjadi tempat paling nyaman untuk kembali. Di rumah ini, pertengkaran kecil bukanlah sesuatu yang perlu ditakuti. Karena seberapa pun sering mereka saling usil, saling mengerjai, atau saling mengomel, tidak ada satu pun yang benar-benar membiarkan saudaranya menghadapi masalah sendirian. Bagi keluarga ini, rumah bukan hanya tempat untuk beristirahat. Rumah adalah tempat di mana tawa selalu datang lebih dulu daripada rasa kesal, tempat semua orang bebas menjadi dirinya sendiri, dan tempat yang akan selalu mereka rindukan ke mana pun nanti kehidupan membawa. Mungkin rumah ini memang bukan rumah yang paling tenang. Namun bagi mereka, tidak ada tempat yang lebih hangat daripada rumah sendiri
All Rights Reserved
#76
sanghyeon
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Love me or die
  • Journey
  • The Threads We Left Behind {Marjames / JJujami}
  • Same, But Not
  • TOXIC BOYFRIEND
  • Given || Ju Jihoon
  • I'm Not Just a Figuran
  • The Unseen Little Guest [TingMeen]
  • Possessive Male Lead
  • Skripsi Dan Buku Nikah

"Gila! Axelio benar-benar sakit jiwa!" umpat Yura keras-keras pada kamar kosnya yang sepi. Bagaimana tidak? Axelio Valcrest, sang antagonis pria berdarah dingin, jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Arcelia , si female lead yang berhati malaikat. Cinta yang semula indah berubah menjadi obsesi gelap yang mengerikan. Karena cintanya ditolak-sebab Arcelia mencintai sahabat kecilnya, Elvano sang male lead utama-Axelio tanpa ragu menghabisi Elvano dan mengurung Arcelia di dalam mansion mewahnya yang menyerupai sangkar emas. Namun, yang paling membuat Yura meradang adalah nasib tunangan Axelio, Ravena Dracarys. Sebagai antagonis wanita, Ravena begitu terobsesi pada Axelio. Puncaknya, hanya karena Ravena menampar Arcelia demi mempertahankan harga dirinya, Axelio tanpa belas kasihan mengeksekusi tunangannya sendiri. Perut Yura tiba-tiba berbunyi nyaring, memutus untaian kekesalannya. "Aduh, lapar lagi. Keluar bentar deh, di depan gang biasanya masih ada yang jual nasi goreng." Sambil bersenandung kecil untuk mengusir sepi, Yura berjalan menyusuri trotoar malam yang lengang. Dia baru saja hendak menyeberang jalan ketika seberkas cahaya silau memedihkan matanya dari arah samping. Tinnnnnnnnnnn! "Ravena... Sayang, bangun..." Gila! Gue transmigrasi?! jerit Yura dalam hati. "Axel, aku ingin membatalkan pertunangan kita." "Ravena Dracarys..." Axel berbisik rendah, suaranya terdengar seperti seringai iblis yang merayap di kulit. "Kau pikir... kau siapa bisa memutuskan untuk membatalkan pertunangan ini secara sepihak, hm?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines