We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Yang Tumbuh dari Kata

Yang Tumbuh dari Kata

  • WpView
    Reads 57
  • WpVote
    Votes 31
  • WpPart
    Parts 31
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 16, 2026
WpInfo
Poetry
Kumpulan Puisi Sinopsis: Setiap puisi adalah perjalanan. Ada yang bermula dari sebuah rumah, ada yang lahir di tengah keramaian kota, ada yang tumbuh di kaki gunung, di tepi laut, di dalam gerbong kereta, atau dari keheningan yang tak mampu diucapkan dengan bahasa sehari-hari. Semuanya berangkat dari satu keyakinan: bahwa kehidupan selalu menyisakan sesuatu yang layak dituliskan. Buku ini menghimpun puisi-puisi pilihan Diki Rifaldi yang pernah memperoleh ruang sebagai Headline dan Highlight di Kompasiana. Disusun secara tematik, antologi ini mengajak pembaca menyusuri berbagai lanskap kehidupan-rumah dan keluarga, cinta dan perpisahan, perjalanan, alam, waktu, hingga kegelisahan terhadap wajah negeri. Setiap puisi berdiri sebagai pengalaman yang utuh, namun saling terhubung dalam satu perjalanan batin tentang menjadi manusia. Dengan bahasa yang liris, reflektif, dan dekat dengan keseharian, Diki Rifaldi merangkai kenangan menjadi ingatan, kegelisahan menjadi renungan, serta harapan menjadi cahaya yang terus menyala di antara larik-larik puisi. Buku ini tidak menawarkan jawaban atas setiap persoalan hidup, melainkan mengajak pembaca berhenti sejenak, mendengarkan suara hati, dan menemukan makna dari pengalaman-pengalaman yang sering kali luput disadari. Lebih dari sekadar kumpulan puisi, buku ini adalah catatan tentang waktu, cinta, kehilangan, dan harapan. Tentang bagaimana kata-kata dapat menjadi rumah bagi kenangan, menjadi saksi perubahan zaman, sekaligus menjadi pengingat bahwa di tengah dunia yang bergerak semakin cepat, manusia masih membutuhkan keheningan untuk mengenali dirinya sendiri. Karena pada akhirnya, puisi bukan hanya untuk dibaca. Puisi adalah tempat kita kembali-ketika rindu ingin disapa, ketika luka ingin dipeluk, dan ketika harapan ingin dinyalakan kembali.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • our little sunshine | sunoo
  • Leonids
  • The Deal, The Genius, and The Girl
  • mama...... papa....... aku hanya ingin bahagia bukan menderita
  • Pikul Pilu Pada Pulangmu | ✔
  • The relationship between boss and employee
  • STOLEN FROM MY BROTHER | on going
  • Dosen itu suamiku {SALMA X RONY}
  • Dua Pilihan(Deva Kiara)
  • pak dosen

" galiat sunoo sehari bete seminggu " - heeseung " yang lain gaboleh manja kecuali sunoo, kalo my bolu ketan mah wajib manja " - jay " matahari dihidup aku,senyumnya bisa bikin beban hidup gue ilang seketika " -jake " ga jailin sunoo sehari tipes, diamuk sunoo dikit tipes juga " -sunghoon " kesayangan aku my lovely aku kakak cantik aku my honey boney sweetie aku pokoknya PUNYA AKU! " -jungwon " punya aku punya aku PUNYA GUE! enak aja ngaku ngaku, orang sunoo hyung lebih sayang gue " -ni-ki

More details
WpActionLinkContent Guidelines