Terlahir Sebagai Nona Antagonis
Viora Lycoris Nox terbangun di tengah denting gelas kristal dan aroma mawar yang memuakkan. Ia kembali ke malam itu-malam terkutuk di mana harga dirinya diinjak-injak di bawah kaki takhta.
Di hadapannya, berdiri Alaric Valerius D'Aetherna. Sang Putra Mahkota Kekaisaran Aetherna itu tampak seperti dewa yang dingin, menatap Viora dengan tatapan remeh yang sanggup membekukan darah. Dengan suara bariton yang tak menyisakan ruang untuk bantahan, Alaric mengumumkan kehancurannya:
"Malam ini, di hadapan bintang-bintang Aetherna... kubatalkan pertunanganku dengan Viora Lycoris Nox. Dan sebagai penggantinya, sambutlah tunangan baruku-Elara Sunne Valerene."
Di tengah sisa-sisa kehancuran hatinya, seorang penyihir misterius muncul membawa kebenaran yang mengerikan: Viora telah mati dan mengulang waktu sebanyak tiga kali. Ini adalah napas terakhirnya. Ini adalah kesempatan keempat sekaligus yang terakhir. Jika Viora gagal lagi, kutukan kuno akan bangkit dan melenyapkan seluruh dunia menjadi abu.
Pertanyaan besar menghantam benaknya: Mengapa beban dunia harus dipikul oleh pundak seorang "wanita jahat" seperti dirinya? Mengapa bukan Elara-gadis cahaya yang suci dan dipuja itu? Dan siapa yang memberikan kutukan itu padanya?
Kini, Viora berdiri di persimpangan takdir. Haruskah ia membuang harga dirinya demi menyelamatkan dunia yang membencinya? Ataukah ia akan memilih untuk membalaskan dendam, menghancurkan sang pangeran, dan membiarkan seluruh dunia ikut hancur bersamanya?
"Jika dunia menginginkanku menjadi monster, maka akan kuberi mereka kiamat yang paling indah."