We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
FIVE YEARS LATER

FIVE YEARS LATER

  • WpView
    Reads 8,316
  • WpVote
    Votes 1,543
  • WpPart
    Parts 30
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published about 9 hours ago
WpInfo
Fiction
Romance
Happy Ending
Billionaires and CEOs
Slice of Life
​Selama lima tahun penuh, Aqeela Calista mendedikasikan hidupnya untuk V29 Media. Dari seorang mahasiswi magang hingga berhasil menduduki posisi sebagai Social Media Specialist, Aqeela adalah saksi hidup dari jatuh bangunnya agensi tersebut. Di saat karyawan lain memilih hengkang ketika V29 Media berada di titik terendah, Aqeela tetap bertahan. Alasan utamanya sederhana, namun tersembunyi rapat: Harry Vaughan. ​Aqeela mencintai atasannya itu dalam diam. Ia rela menjadi pilar tak kasat mata yang mendukung setiap langkah Harry, dari masa-masa sulit hingga agensi itu kini diakui sebagai salah satu nama besar di industri kreatif Jakarta. Namun, seiring dengan pesatnya perkembangan V29 Media, dunia Harry pun ikut meluas. Pria itu kini dikelilingi oleh relasi yang lebih besar, tanggung jawab yang lebih kompleks, dan tuntutan waktu yang tak lagi bisa berkompromi. ​Harry tidak berubah menjadi sosok yang angkuh, namun kesuksesan V29 Media secara alami menciptakan jarak yang tak terelakkan. Aqeela mulai merasa bahwa posisinya sebagai "pilar" yang selama ini ia banggakan, perlahan mulai terasa seperti bayang-bayang yang semakin tertinggal jauh di belakang. ​Ketika sebuah tawaran karier yang lebih menjanjikan dari perusahaan lain datang, Aqeela mempertimbangkan untuk melangkah pergi. Ia merasa sudah saatnya berhenti berharap pada ruang yang semakin sulit untuk ia jangkau. ​Namun, keputusan Aqeela untuk mengundurkan diri justru mengguncang poros dunia Harry. Tanpa adanya Aqeela yang selama ini selalu ada di sisinya-sosok yang memahami setiap detail kecil tentangnya dan perusahaannya-Harry baru menyadari bahwa ada kekosongan besar yang tidak bisa ia isi dengan kesuksesan apa pun.
All Rights Reserved
#2
aqeelacalista
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • The Last Yes!
  • SAGA
  • Kedhaton Soeraandaru Hadiningrat
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Politik Ranjang [TAMAT]
  • Pawang Hantu Om Aktor
  • Night Calls
  • Pregnant With The Protagonist's Child (END)
  • Círculo del Destino

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines