We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Emerald & Ruins, Keonhyeon.

Emerald & Ruins, Keonhyeon.

  • WpView
    Reads 1,104
  • WpVote
    Votes 211
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Aug 21, 2026
WpInfo
Fanfic
"He was a shining emerald, and I was willing to turn his world into ruins just to keep him." Saturn tahu posisinya. Di dalam lingkaran pertemanan mereka, dia hanyalah sahabat masa kecil yang harus pintar-pintar memakai topeng saat Kashter-poros dunianya-memilih orang lain. Saturn terbiasa mengalah pada keadaan, hingga rasa sakit itu membakar habis seluruh akal sehatnya. Sebuah rahasia turun-temurun di rumah sang Oma mempertemukan Saturn dengan sebutir permata kuno bernama Emerald. Batu hijau pekat yang menyimpan satu legenda mistis: mampu mengabulkan satu permintaan terdalam pemiliknya lewat media air. Didorong oleh ego dan obsesi yang meracuni logika, Saturn mengambil langkah nekat yang mengubah garis takdir mereka selamanya. Saturn mendapatkan apa yang dia inginkan, tetapi dia tidak sadar bahwa dia baru saja mengunci dirinya sendiri bersama monster yang tidak akan pernah melepaskannya lagi.
All Rights Reserved
#52
cortis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • KERSA NARENDRA
  • Love me or die
  • Skripsi Dan Buku Nikah
  • Cupiditas Vitae [END]
  • Journey
  • Rewriting The Villain (END)
  • ENEMY [Keonhyeon]
  • Given || Ju Jihoon
  • I'm Not Just a Figuran
  • FRIEND'S? - KRATINGMEEN

Lengkara Nara hanya menginginkan gelar sarjana sejarah, bukan terjebak dalam labirin tradisi yang mencekik. Namun, saat ia melangkah masuk ke Keraton Wilwatikta Dwipa, ia menyadari bahwa sejarah bukan sekadar deretan angka tahun, melainkan sesuatu yang bernapas dan menuntut tumbal. Di sana, ia bertemu Prabu Narendra Dananjaya sang penguasa sedingin es yang menyembunyikan luka di balik kewibawaannya. Di antara intrik paviliun para istri dan rahasia naskah kuno yang berdebu, Kara mulai menyadari bahwa ia bukan sekadar tamu. Ada kutukan yang menanti, dan ada rasa yang dilarang untuk tumbuh. Saat logika mulai kalah oleh rasa, sanggupkah Kara memecahkan teka-teki Sang Prabu sebelum keraton menelannya bulat-bulat?

More details
WpActionLinkContent Guidelines