"ummmmm.... apakah dia benar-benar yang terbaik?.... apakah benar ini rasanya rumah?, rumah yang menjadi tempat pulang.. rumah yang menjadi tempat berlindung dan rumah yang menjadi tempatku bersandar?.... apakah benar dia?... tapi kenapa harus dia?, seseorang yang di cintai begitu besar oleh sahabatku sendiri...? kenapa? "jika kau mencari yang terbaik, maka kau tak akan mendapatkannya..., tapi..., aku akan selalu siap untuk menjadi tempatmu pulang, tempatmu untuk berlindung, tempatmu mengadu dan tempatmu untuk beristirahat serta tempat untuk menyandarkan duniamu.... aku adalah milikmu akan selalu memilihmu... "apa salahku papa??..., apa kurangku?... akulah yang pertama bersamanya tapi kenapa dia tak memilihku?.." " tak ada yang salah dengan dirimu putraku.... hanya saja, kamu terpaku.... kamu menyadari bahwa dia bukanlah milikmu tetapi kamu masih memilihnya... sedangkan selalu ada seseorang yang setia menunggumu... tepat di sampingmu... di sisimu..." "hapus air matamu.... air mata itu terlalu berharga untuk menangisi diriku... tak masalah jika di hatimu hanya ada dia. cukup hanya berada di sampingku maka aku akan selalu membuatmu tersenyum bahagia..."
More details