[UPDATE SETIAP SENIN!]
Syahdan, pada tiap-tiap helaan napas semesta, tersembunyi sebuah rahasia agung akan keluhuran yang pantang lekang didera putaran sang kala. Itulah Arum Be Narum-bukanlah sembarang wangi puspa yang sekadar singgah membuai indra, melainkan semerbak mahkota budi yang bertahta megah di singgasana jiwa.
Bagaikan sari kasturi dan dupa cendana yang mengalun dari perapian suci, kebaikannya meriap dalam sunyi, menembus tebalnya kabut fana duniawi. Raga seorang insan kiranya hanyalah biduk fana yang kelak rapuh lalu karam memeluk rahim pertiwi, namun darma dan bakti adalah bentangan layar kencana yang terus berkibar menantang badai zaman. Itulah Arum, keindahan pekerti dan kesucian nurani yang senantiasa meneteskan embun kemuliaan.
Tatkala kasih dan ketulusan itu menjelma urat nadi kehidupan yang tiada berpamrih, ia pun bangkit menjadi Be Narum-sebuah gema keharuman yang melipatgandakan elok kemegahannya. Ia enggan surut oleh kemarau, pantang luruh oleh derai badai. Wanginya menyusup ke sela-sela lipatan sejarah, merengkuh keabadian, dan dituliskan dengan tinta emas pualam pada lembaran memori anak cucu manusia.
Duhai, alangkah jelita nan megah kemuliaan yang dipancarkannya. Inilah pusaka sejati yang tiada tertandingi gemerlap intan maupun ratna mutu manikam. Tatkala sukma telah tersucikan purna, selaras menari bersama irama tatasurya Sang Maha Pencipta, maka seluruh mayapada akan tertunduk takzim menyenandungkan gita puja: sebuah asma yang harum, dan senantiasa tak henti mengharum, bertahta kekal di cakrawala.
____________
A Historical fiction & Dark romance
Copyright, ©lokarasi 2026
All Rights Reserved