Hemos actualizado nuestras Pautas de Contenido.
Consulta las pautas más recientes para seguir compartiendo historias de forma segura.
Sayap Si Bungsu

Sayap Si Bungsu

  • WpView
    LECTURAS 3
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContenido adultoConcluida sáb, jul 18, 2026
WpInfo
Ficción
Temas Sociales
Coming of Age
Vida Familiar
Salud Mental y Neurodivergencia
"Anak bungsu, nggak boleh sering-sering ngeluh. Hidupmu tuh enak, sesekali bersyukur sedikit kek." Begitulah perkataan Abang Gana. Banyak orang mengira anak bungsu tumbuh dengan limpahan kasih sayang dan rasa aman. Namun, bagaimana jika kenyataannya justru berbeda? Bagaimana jika si bungsu setiap hari hidup dengan ketakutan yang tak pernah ia ceritakan? Takut belum menjadi apa-apa ketika usia orang tuanya terus bertambah. Takut terlambat membahagiakan mereka sebelum waktu mengambil kesempatan itu.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Lysander Lowell De Villiers
  • ELION (bl)
  • "Liburan" Bonus Suami
  • PROYEK SATU TAHUN
  • Auto Save!
  • Trouble Maker[END]
  • After the Fall
  • Tresna Kang Tinatih Ing Alas Jati
  • The Pinky Boy
  • Target Si Supir [END]

Lysander Lowell De Villiers, anak bungsu dari empat bersaudara, lahir pada usia kandungan sang bunda yang baru menginjak 28 minggu. Ia datang ke dunia lebih cepat dari seharusnya-rapuh, kecil, dan nyaris tak terdengar suaranya. Sebuah kelahiran prematur, seolah hidupnya sejak awal sudah dimulai dengan perjuangan. Sejak pertama kali membuka mata di dunia, Lysander tidak pernah benar-benar tinggal di tempat yang bisa ia sebut rumah. Ia dibawa oleh kakek dan neneknya, dibesarkan dalam kehangatan sederhana, namun tanpa kehadiran seorang ibu. Sang bunda telah pergi untuk selamanya-tepat di hari yang seharusnya menjadi awal dari segalanya. Ia pun tumbuh jauh dari sosok yang seharusnya ia panggil "Papa"-seseorang yang bahkan tak pernah benar-benar ia kenal. Kini, di usianya yang ke-13, hidupnya mulai berubah ketika pria itu datang... dan membawanya pergi ke kehidupan yang asing, bersama saudara-saudara yang hanya terikat darah, bukan kenangan. -gambar by pinterest.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido