We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Batas Yang Tak Pernah Ada

Batas Yang Tak Pernah Ada

  • WpView
    Reads 185
  • WpVote
    Votes 24
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadComplete about 14 hours ago
WpInfo
Fanfic
1Direction
Batas yang Tak Pernah Ada Alya percaya bahwa setiap orang memiliki batas dalam hidupnya-batas mimpi, batas luka, dan batas untuk jatuh cinta. Sejak kecil, ia terbiasa berjuang sendiri demi menyelesaikan kuliahnya sambil bekerja paruh waktu di sebuah kafe. Baginya, cinta hanyalah kemewahan yang tidak pernah sempat ia pikirkan. Semuanya berubah ketika ia bertemu Arga, mahasiswa paling berpengaruh di kampus sekaligus pewaris perusahaan besar. Pertemuan mereka diawali dengan kesalahpahaman, dipenuhi pertengkaran, dan perlahan berubah menjadi kebiasaan yang sulit dihindari.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Love me or die
  • Possessive Male Lead
  • Journey
  • The Unseen Little Guest [TingMeen]
  • Same, But Not
  • I'm Not Just a Figuran
  • Skripsi Dan Buku Nikah
  • TOXIC BOYFRIEND
  • Given || Ju Jihoon
  • The Threads We Left Behind {Marjames / JJujami}

"Gila! Axelio benar-benar sakit jiwa!" umpat Yura keras-keras pada kamar kosnya yang sepi. Bagaimana tidak? Axelio Valcrest, sang antagonis pria berdarah dingin, jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Arcelia , si female lead yang berhati malaikat. Cinta yang semula indah berubah menjadi obsesi gelap yang mengerikan. Karena cintanya ditolak-sebab Arcelia mencintai sahabat kecilnya, Elvano sang male lead utama-Axelio tanpa ragu menghabisi Elvano dan mengurung Arcelia di dalam mansion mewahnya yang menyerupai sangkar emas. Namun, yang paling membuat Yura meradang adalah nasib tunangan Axelio, Ravena Dracarys. Sebagai antagonis wanita, Ravena begitu terobsesi pada Axelio. Puncaknya, hanya karena Ravena menampar Arcelia demi mempertahankan harga dirinya, Axelio tanpa belas kasihan mengeksekusi tunangannya sendiri. Perut Yura tiba-tiba berbunyi nyaring, memutus untaian kekesalannya. "Aduh, lapar lagi. Keluar bentar deh, di depan gang biasanya masih ada yang jual nasi goreng." Sambil bersenandung kecil untuk mengusir sepi, Yura berjalan menyusuri trotoar malam yang lengang. Dia baru saja hendak menyeberang jalan ketika seberkas cahaya silau memedihkan matanya dari arah samping. Tinnnnnnnnnnn! "Ravena... Sayang, bangun..." Gila! Gue transmigrasi?! jerit Yura dalam hati. "Axel, aku ingin membatalkan pertunangan kita." "Ravena Dracarys..." Axel berbisik rendah, suaranya terdengar seperti seringai iblis yang merayap di kulit. "Kau pikir... kau siapa bisa memutuskan untuk membatalkan pertunangan ini secara sepihak, hm?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines