Berawal dari seorang karyawan toko biasa, aku menapaki perjalanan panjang yang dipenuhi kerja keras, penolakan, dan harapan. Karierku dimulai di Pandawa Mas Elektronik Jatiwangi, lalu menjadi promotor Sony di Transmart Cirebon.
Aku pernah mencoba bergabung dengan LG dan Samsung, tetapi keduanya menolakku. Meski kecewa, aku memilih terus melangkah hingga bergabung dengan Coocaa, kemudian Ariston di AIO Store, dipercaya menjadi Kepala AIO Store, dan akhirnya bekerja sebagai promotor Gree di Gerbang Indah Elektronik.
Tahun 2026 menjadi titik balik hidupku. Pada 1 Mei aku mengakhiri pengabdianku di AIO Store, dua hari kemudian putri pertamaku, Nadhira, lahir, dan pada 11 Mei aku memulai pekerjaan baru. Bersama istriku, Alya, aku memutuskan membangun toko elektronik sendiri dengan modal seadanya. Dari sebuah ruko sederhana lahirlah RAN Electronics.
Berbekal pengalaman di dunia retail dan keyakinan bahwa kepercayaan lebih mahal daripada keuntungan, RAN Electronics tumbuh dari toko kecil menjadi jaringan retail nasional, memiliki pabrik, menciptakan produk sendiri, hingga berkembang ke berbagai negara. Perusahaan yang lahir dari mimpi sederhana itu akhirnya menjadi perusahaan elektronik terbesar di dunia dengan lebih dari satu juta karyawan. Bahkan perusahaan yang dulu pernah menolakku kini berdiri sejajar sebagai mitra bisnis.
Di balik semua pencapaian itu, tujuanku tidak pernah berubah: keluarga. Senyum Alya dan panggilan "Papa" dari Nadhira selalu mengingatkanku bahwa kesuksesan terbesar bukanlah memiliki perusahaan terbesar di dunia, melainkan memiliki keluarga yang menjadi alasan untuk terus berjuang.
RAN: Sebuah Perjalanan adalah kisah tentang mimpi, kerja keras, kesetiaan, dan keyakinan bahwa langkah kecil yang dilakukan dengan sepenuh hati mampu mengubah kehidupan.
All Rights Reserved