We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Takdir yang dipermainkan [DewTee]

Takdir yang dipermainkan [DewTee]

  • WpView
    Reads 250
  • WpVote
    Votes 22
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadComplete Sat, Jul 18, 2026
WpInfo
Fanfic
LGBTQIA+
Gay
Romance
Bagaimana jadinya jika takdir mempertemukan dua manusia yang lahir dari dua kutub suci yang saling berseberangan? Dewangga dididik bahwa jalan menuju surga itu lurus dan sempit. Teraza diajar untuk selalu menjaga kesucian di bawah bayang-bayang salib besar gerejanya. Namun, sebuah pertemuan tidak sengaja di acara dialog antar-umat beragama meruntuhkan semua doktrin yang telah ditanamkan ke kepala mereka sejak balita. Mereka jatuh cinta... sebuah perasaan terlarang yang menantang dogma, menghancurkan reputasi keluarga, dan mempertanyakan keadilan takdir. Di antara lantunan doa subuh dan gema lonceng gereja, keduanya harus memilih: tetap patuh pada ekspektasi suci orang tua mereka, atau melangkah bersama menuju tepi jurang neraka yang paling dalam. "𝘑𝘪𝘬𝘢 𝘮𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘨𝘪𝘯𝘪, 𝘮𝘢𝘳𝘪 𝘢𝘬𝘩𝘪𝘳𝘪 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢𝘯𝘺𝘢... 𝘮𝘢𝘳𝘪 𝘬𝘦𝘮𝘣𝘢𝘭𝘪 𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘛𝘶𝘩𝘢𝘯."
All Rights Reserved
#9
teevtp
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Burnout Baby [DewTee]
  • Strawberries & Cigarettes|DEWTEE
  • Summer 2020 (DewTee as Dewatra & Tama)
  • The Guitar [DewTee]
  • Persona [Meanie] ✓
  • FRIENDS? ( SURFJAVA)
  • Dear Tee, I'm Your Husband (DewTee)
  • Semester of Sins | DeewTee (18+)
  • || ghost || surfjava
  • Speechless [DewTee]

[COMPLETED] Bau alkohol yang pekat dan asam langsung menguar. Jauh lebih kuat dari bau whiskey mahal di bar. "Maaf... maaf..." Pria itu bergumam, suaranya parau. Dia masih di lantai, mencoba bangkit tapi gagal total. Dew menatap ke bawah. Pria itu lebih pendek darinya. Dia memakai kemeja kerja putih yang kusut, kancing atasnya terbuka, dan dasinya longgar miring. Wajahnya pucat dan berkeringat di bawah cahaya lorong. Tapi di balik semua kekacauan itu... wajahnya manis. Sangat manis. Matanya yang terpejam memiliki bulu mata yang lentik, dan bibirnya, meski kering, tampak penuh. Dia terlihat seperti anak anjing yang kelelahan. "Kau tidak apa-apa?" tanya Dew, suaranya kembali profesional, meski ada sedikit rasa geli.

More details
WpActionLinkContent Guidelines