Dua Dunia
Tidak ada yang lebih menyebalkan bagi Azka Setiawan selain kurang tidur.
Sejak mengidap gangguan gelombang otak yang langka, hidupnya berubah menjadi mimpi buruk. Bayangan-bayangan aneh terus bermunculan di setiap sudut kota. Dokter menyebut semuanya hanya halusinasi akibat insomnia kronis.
Sampai malam itu...
Di atas Jembatan Simpang Roda, Azka tanpa sengaja menegur seorang gadis yang dikiranya ingin mengakhiri hidup. Namun, gadis itu justru tersenyum bahagia.
"Kamu... bisa melihatku?"
Sejak pertemuan itu, Alana tak pernah meninggalkannya.
Gadis berkulit pucat yang mengaku sudah mati itu tidak mengingat siapa dirinya, bagaimana ia kehilangan nyawanya, bahkan di mana tubuhnya berada. Yang ia tahu hanya satu... setiap kali menjauh dari Azka, jiwanya perlahan menghilang.
Di balik tingkah usil Alana yang selalu mengacaukan hidup Azka, tersimpan misteri yang jauh lebih kelam. Potongan-potongan ingatan mulai kembali satu per satu, membawa mereka pada pengkhianatan, kebohongan, dan sebuah kejahatan yang sengaja dikubur rapat.
Kini Azka harus memilih...
Tetap menganggap semua ini hanyalah penyakit otaknya.
Atau mempertaruhkan kewarasannya demi menyelamatkan seorang gadis yang bahkan mungkin sudah terlambat untuk diselamatkan