Jika Hujan Masih Mengingat Namamu

Jika Hujan Masih Mengingat Namamu

  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 23, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Destined Love
Dark Romance
Hujan mempertemukan mereka melalui surat yang bahkan tidak pernah ditujukan untuk satu sama lain. Raka dan Sena jatuh cinta tanpa pernah saling mengenal wajah. Di sebuah bangku taman, mereka saling menitipkan perasaan lewat lembar-lembar kertas, hingga akhirnya takdir mempertemukan mereka... tepat ketika waktu mulai merenggut segalanya. Di balik setiap surat, tersimpan rahasia. Di balik setiap senyum, ada luka yang disembunyikan. Dan di balik setiap pertemuan, kematian diam-diam sedang menghitung langkah. Ketika akhirnya cinta menemukan rumahnya, mereka justru dipaksa belajar bahwa tidak semua kisah diciptakan untuk memiliki akhir yang bahagia. Sebab terkadang... hujan tidak datang untuk membuat kita basah, melainkan untuk mengingatkan bahwa pernah ada seseorang yang begitu kita cintai. Jika Hujan Masih Mengingat Namamu adalah kisah tentang cinta, kehilangan, dan surat-surat yang membuktikan bahwa seseorang bisa tetap tinggal di hati, bahkan setelah ia tak lagi ada di dunia. "Karena beberapa nama tidak pernah benar-benar hilang. Mereka hanya berubah menjadi hujan."
All Rights Reserved
#913
surat
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mulih (END)
  • GARWO KINASIH SANG DALANG (DELETE SEBAGIAN)
  • The Mafia's Sinful Obsession
  • EINSTEIN [END]
  • Nala dan Mas Juragan
  • Círculo del Destino
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • The Last Yes!
  • Sweetly Tied

GPH Giandra Abisatya Soetjipto, penerus adipati Danadyaksa, tahu bahwa jalan hidupnya sudah ditentukan jauh sebelum ia sempat memilih. Yang tidak ada dalam ekspektasi Gian adalah bertemu dengan Aurea Danika, seorang Senior Consultant dari Jakarta yang sedang rekreasi bersama teman-teman kantornya ke Pura Danadyaksa dan tiba-tiba masuk ke perpustakaan milik pura yang seharusnya tidak terbuka untuk umum. "Dan aku dengan enaknya manggil kamu Gian gitu aja? Aku bakal kena hukum adat kah, Gi? Eh, Gusti?" "Santai aja, Re. Temen-temenku juga udah tau aku siapa tapi masih manggilnya Gian, kadang Bro, kadang Nyet, kadang-serius, Re. Aman aja. Masyarakat Solo aja juga kadang manggilnya Mas, kok. Gapapa, ini bukan zaman kerajaan dulu." Dari perpustakaan tua ke Pasar Gede, dari malam-malam di ruang kerja hingga sarapan bersama keluarga yang tidak pernah mereka rencanakan, Rea dan Gian menemukan sesuatu yang tidak mereka cari. Tapi di balik tembok Pura Danadyaksa, ada kepentingan yang lebih besar dari perasaan dan harga yang harus dibayar untuk setiap pilihan yang dibuat. Mulih : Pulang, kembali ke rumah (Illustrations of Rea and Gian were drawn by @hi.buttery on Instagram)

More details
WpActionLinkContent Guidelines