Dua Tempat, Dua Kehidupan, Dua Luka [ON GOING]
Pertemuan tak terbantahkan antara dua jiwa yang telah dipisahkan oleh maut ribuan tahun lamanya. Mereka hadir dengan jiwa baru, kisah baru, dan tempat baru. Namun, potongan memori kelam yang membuat kehidupan pertama mereka berakhir tragis tidak pernah benar-benar sirna.
Di sudut terdalam pedalaman Desa Tara Renjana, dua saudara kembar bernama Rendra dan Rasya memulai kehidupan baru setelah melewati adegan traumatis di tempat yang dinamakan dengan rumah.
Semburat jingga nan indah menaungi hamparan sawah yang subur, tempat takdir lama kembali terukir. Tempat Liora, gadis desa yang tidak sengaja bertemu dengan Rendra dan Rasya. Pertemuan itu baginya hanyalah sebuah kebetulan, tetapi bagi pena penulis takdir inilah awal dari kisah lama yang dirangkai ulang.
Jalinan asmara perlahan terbentuk. Rasya menemukan gadis bernama Aurora yang mengembalikan semangat hidupnya. Waktu mengalir deras bak arus sungai. Kisah mereka berjalan terlalu sempurna untuk sebuah cerita yang rumit.
Penggalan kisah di pedesaan hanyalah pondasi awal dari sebuah kisah yang panjang. Di tengah kota besar Surabaya barulah kisah mereka benar-benar dimulai. Surabaya menjadi tempat terbukanya puing-puing ingatan lama yang menghantui mereka setiap malamnya.
Untaian benang merah yang dulu sempat samar untuk dilihat, kini, di tempat ini perlahan terpampang nyata. Pertanda baik? Mungkin bagi mereka, tetapi tanpa pernah mereka ketahui cinta mereka adalah malapetaka bagi orang lain-akibat karma dari perbuatan di masa lalu.
Dua kehidupan yang berbeda, tetapi benang merah itu tak pernah terputus. Takdir mengarah ke jalan yang sama: menuju asmaraloka yang amerta. Namun, saat bunga sakura mekar disitulah daun berguguran.
Antara merelakan dan cinta, akankah kisah mereka berakhir bahagia? Atau justru mereka memilih mengulang akhir tragis seperti kehidupan pertama.