GOLDEN GIRL (21+)

GOLDEN GIRL (21+)

  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 20, 2026
Bibir Kaluna lebih dulu membungkam ucapan Damar. Tanpa aba-aba, tanpa permisi. Begitu pintu mobil tertutup, kedua tangan Kaluna langsung melingkar di leher laki-laki itu. Ia menarik Damar hingga tak menyisakan jarak, lalu mengecup bibirnya seolah sedang melepas rindu yang sejak pagi dipaksa disembunyikan. Damar sempat terpaku. Namun hanya sesaat. Tangannya berpindah dari kemudi ke pinggang Kaluna, membalas ciuman itu dengan senyum tipis yang bahkan belum sempat terucap. Hujan di luar terdengar samar, kalah oleh debar yang memenuhi kabin mobil. "Aku capek pura-pura enggak kenal sama kamu seharian," gumam Kaluna begitu bibir mereka terpisah. Damar terkekeh pelan. "Baru sehari udah ngeluh?" "Sehari buatmu. Buatku rasanya seminggu." Kaluna kembali mendekat, kali ini mengecup singkat sudut bibir Damar sebelum menyandarkan dahinya pada laki-laki itu. "Tadi di kantin kamu lewat depan aku, terus malah nyapa ketua himpunan. Aku dicuekin." "Bukan dicuekin." Damar mengusap pelan rambut yang jatuh di sisi wajah Kaluna. "Kalau aku lihat kamu terlalu lama, satu kampus bakal sadar." Kaluna mendengkus pelan. "Nyebelin." "Tapi aman." "Enggak peduli." Ia kembali menatap Damar dengan sorot mata yang membuat laki-laki itu kehilangan sisa pertahanannya. "Aku maunya sekarang kamu cuma jadi Damar yang buat aku." Senyum Damar mengembang. Ia menggeleng pelan, lalu mengecup kening Kaluna sebelum menatap matanya lekat-lekat. "Kalau gitu, lima belas menit di mobil ini milik kita. Besok, di kampus, kita balik jadi dua orang asing lagi." Kaluna mengangguk pelan. Meski tahu itu aturan yang mereka buat bersama, tetap saja rasanya menyebalkan. Karena setiap kali pintu mobil terbuka, mereka harus kembali menjadi dua mahasiswa yang seolah tak pernah saling mengenal.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pawang Hantu Om Aktor
  • SAGA
  • Círculo del Destino
  • Tempat Pengganti
  • My Celestia [ON GOING]
  • GARWO KINASIH SANG DALANG
  • MINE, NO ONE ELSE (END)
  • TERRITORY
  • Kedhaton Soeraandaru Hadiningrat
  • DOMINEX | The Crime Lock

"Saya bayar kamu seratus juta per bulan. Syaratnya cuma satu: jangan pernah lepas tangan saya tiap kali hantu sialan itu datang." Bagi Kanaya (22), pejuang skripsi yang sedang bokek parah dan kabur dari perjodohan klenik keluarganya, tawaran itu adalah jackpot. Bagi Arlan Dewantara (33), megabintang paling angkuh se-Asia Tenggara, sentuhan Naya adalah satu-satunya hal yang membuatnya tidak gila akibat diteror hantu masa lalunya sendiri. Demi menutupi kewarasan Arlan yang di ujung tanduk, sebuah kontrak Double Cover disepakati. Di depan media, Naya adalah asisten pribadi Arlan agar punya alasan logis tinggal satu penthouse. Di depan keluarga Naya, Arlan adalah pacar pura-puranya. Namun, saat genggaman tangan karena ketakutan itu perlahan berubah menjadi pelukan posesif di tengah malam... mampukah mereka bertahan hanya pada selembar kontrak bisnis semata?

More details
WpActionLinkContent Guidelines