Ia hadir bagaikan embun pagi-polos, lugu, dan tak berdusta. Dunianya sederhana, bersih dari segala kerumitan yang tak ia ketahui. Hingga takdir mempertemukannya dengan Arga. Sosok yang tampan dan tenang, namun di balik tatapannya yang teduh, terselip pergulatan batin yang tak pernah ia tunjukkan pada siapa pun.
Pertemuan itu menanamkan rasa yang perlahan tumbuh subur. Di samping Arga, gadis itu merasa aman. Di dekat gadis itu, Arga menemukan ketenangan yang sempat hilang di tengah kabur keraguannya. Namun, bahagia mereka tak berjalan mulus. Ada dinding tak kasat mata yang menghalangi, rahasia yang tersembunyi, dan batas yang tak terduga.
Mereka berpegang erat pada iman dan harapan, berjuang melawan segala ketidakpastian. Namun, kuasa Tuhan memiliki jalan yang berbeda. Cerita ini tak berakhir seperti yang diharapkan. Sebuah perpisahan datang dalam diam, meninggalkan Arga dengan kesunyian yang abadi, serta kenangan indah yang kini hanya bisa dipeluk dalam doa.
"Kita dipertemukan bukan untuk selamanya, tapi untuk mengajarkan arti ikhlas yang sesungguhnya."
All Rights Reserved