Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.
Sasi Grahana || Abizar

Sasi Grahana || Abizar

  • WpView
    Membaca 86
  • WpVote
    Vote 18
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sel, Jul 21, 2026
WpInfo
Fiksi
Romansa
Kehidupan Sehari-hari
Komedi Romantis
Cinta Pertama
Abizar adalah rembulan di langit malam. Tidak pernah menjadi yang paling bersinar, jarang menjadi pusat perhatian, tetapi selalu ada. Menemani tawa sahabat-sahabatnya, menyimpan rahasia yang tak sempat diucapkan, dan mencari ketenangan di dunia kecil yang hanya ia pahami sendiri. Di antara sahabat-sahabatnya yang berisik, keluarga yang semakin lama semakin terasa asing, dan hadirnya seseorang yang tanpa sengaja membuat hidupnya kembali berwarna, Abizar mulai percaya bahwa mungkin, hidup tidak seburuk yang selama ini ia kira. Namun malam tidak selamanya damai. Tanpa banyak yang menyadari, sesuatu di dalam dirinya perlahan runtuh. Rasa sakit yang datang dan pergi, pikiran yang semakin berisik, serta ketakutan yang terus tumbuh dalam diam mulai menggerogoti cahaya yang selama ini ia jaga. Karena bagaimana pun juga, setiap rembulan memiliki fasenya sendiri. Dan Abizar sedang berjalan menuju fase paling gelapnya, sebuah gerhana yang perlahan akan mengubah hidupnya, hidup sahabat-sahabatnya, dan hidup orang-orang yang ia cintai. Saat kegelapan akhirnya menutup sang rembulan seutuhnya, akankah tawa yang selama ini ia tinggalkan tetap hidup di hati orang-orang yang mencintainya, atau justru menyisakan malam yang tak pernah benar-benar selesai? . . . . Sebelum Sasi Grahana, ada Tujuh Belas. Sebelum mengenal gerhananya, kenalilah terlebih dahulu rembulan yang akan kehilangan cahayanya. Karena ini bukan awal dari kisah Abizar, ini adalah bagian yang tidak sempat diceritakan sebelumnya.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#511
mentalhealt
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Nala dan Mas Juragan
  • Love For Rent (Antagonist Love Story)
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Círculo del Destino
  • Silent Traces by the Sea
  • GARWO KINASIH SANG DALANG
  • ONESHOOT 21+
  • Clause of Us
  • Pregnant With The Protagonist's Child (END)
  • My Celestia || Kabur dari Perjodohan, Jatuh ke Pelukan Konglomerat [21+]

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan