"Kidung sing tak tembangake iki dudu mung kagem nolak bala, tapi uga kagem ngikat atimu..." Di lereng pegunungan Desa Wanasraya yang selalu diselimuti kabut tebal, seni Reog dan mistisme berdiri sejajar. Danurendra Handaru Surya (Mas Ndaru)-ketua Sanggar Manggala Krida Surya yang gagah, berotot, dan berwibawa-memiliki tanggung jawab besar menjaga kelestarian tradisi sekaligus melindungi anggota sanggarnya dari teror gaib yang mulai mengusik desa. Di antara dentuman kendang dan aroma kemenyan, hadir Kencana Adhyaksa Sastradipura (Cana). Seorang sinden dan penari laki-laki berparas cantik rupawan, berkulit putih bersih, dan berlekuk tubuh anggun. Suara kidungnya yang merdu mampu memikat siapa saja-termasuk makhluk tak kasat mata yang mulai mengincarnya di balik bayang-bayang pendopo. "Mboten wonten penolakan, Kencana. Ini perintah dari ketua sanggar... lan saka Mas Ndaru pribadi" - Danurendra "Mas Ndaru iki bisane mung nggodha terus. Yen mboten wonten Mas Ndaru... Kencana kudu menyang pundi?" - Kencana
More details