Hemos actualizado nuestras Pautas de Contenido.
Consulta las pautas más recientes para seguir compartiendo historias de forma segura.
Menjadi Tak Terlihat

Menjadi Tak Terlihat

  • WpView
    LECTURAS 890
  • WpVote
    Votos 20
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContenido adultoConcluida lun, jul 20, 2026
WpInfo
Ficción
LGBTQIA+
Gay
Salir del Armario y Autoaceptación
Asexual y Aromántico
Bagaimana jika seorang artis yang kesulitan mendpatkan hidup bebasnya mendapatkan sebuah kalung yg bisa membuatnya tidak terlihat oleh siapapun, tapi dengan syarat yang haru menanggalkan pakaianya. Peringatan Konten: Dewasa eksplisit (18+/21+) Tema LGBT (hubungan sesama jenis pria) Mengandung deskripsi intim detail, bahasa kasar ringan, elemen dominasi & fetish Hanya untuk pembaca dewasa yang nyaman; jika di bawah umur atau tidak suka konten ini, jangan baca.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Auto Save! [END]
  • Ritual Rasa
  • Trouble Maker[END]
  • PROYEK SATU TAHUN
  • Transmigrasi  Ren
  • The Pinky Boy
  • Setelah Mama Menikah [END]
  • (BL) Political Hostage Becomes the Emperor's Male Consort《质子为妃》
  • Lysander Lowell De Villiers
  • "Liburan" Bonus Suami

​"Bang, sumpah gue capek direvisi terus. Pengen resign terus nikah sama sugar daddy aja rasanya." "Kirimkan syarat pendaftarannya ke saya." "Hah? Pendaftaran apaan? Staf desain baru?" "Pendaftaran untuk menjadi laki-laki yang membiayai seluruh sisa hidup kamu." "Bang, kata anak-anak, Abang baru aja nolak Kak Dita ya? Padahal dia primadona kampus loh." "Itu bukan urusan kamu." "Lagian Abang nyari standar yang kayak gimana sih? Yang modelan bidadari turun dari kahyangan aja ditolak mentah-mentah." "Saya mencari yang berantakan, paling susah diatur, hobi begadang, dan selalu membantah ucapan saya..." "..." "Dan wangi tubuhnya seperti permen stroberi." Javas Mahesa (Jaja) mengira kutukan terburuknya sebagai mahasiswa DKV adalah urban legend hantu gantung diri di kosan lantai empatnya. Ternyata dia salah besar. Bencana aslinya justru berwujud Rendra Aditama, mahasiswa tingkat akhir Fakultas Hukum sekaligus koordinator divisinya yang kaku, galak, dan punya hobi meneror kanvas Figma milik Jaja dua belas jam sehari. Berawal dari keterpaksaan berburu sertifikat kelulusan, Jaja pikir penderitaannya di bawah kekuasaan kursor biru itu hanya sebatas nasib staf bawahan yang tertindas. Namun, dengan semua rentetan revisi tanpa ampun, kating hukum itu rupanya menyimpan agenda lain. Rendra tidak hanya berniat mendominasi kanvas desain Jaja, tapi juga seluruh perhatian, waktu, dan detak jantung mahasiswa baru yang selalu membuatnya pusing itu. Selamat datang di pusaran Nawasena Project. Tempat di mana revisi desain tidak pernah selesai, dan sikap posesif ugal-ugalan bersemi secara paksa dari sebuah ruang kerja digital. [Rank #1 - di #kampus 03/06/2026] [Rank #4 - di #bllokal 26/05/2026] [Rank #11 - di #boyslove 16/06/2026] Di-publish pertama kali pada Mei 2026.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido