Spring, At Last

Spring, At Last

  • WpView
    Reads 55
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 1, 2026
WpInfo
Fanfic
Original Character (OC)
Kpop
Culture and Identity
Romance
Kim Seungmin selalu berpikir bahwa ia tidak membutuhkan cinta. Ia telah melihat terlalu banyak perpisahan untuk mempercayai sesuatu yang disebut selamanya. Hingga seorang gadis muncul secara perlahan dalam hidupnya. Seorang trainee yang mencintai musik lebih dari apa pun. Seorang gadis yang terus bertahan meski berkali-kali kehilangan. Seorang gadis yang tanpa sadar membuatnya mulai memperhatikan hal-hal kecil. Senyumnya. Mimpinya. Caranya bernyanyi seolah setiap lirik memiliki arti. Dan untuk pertama kalinya setelah sekian lama... Kim Seungmin mulai takut. Karena ternyata ada seseorang yang ingin ia lihat berhasil. Ada seseorang yang ingin ia lindungi. Ada seseorang... yang perlahan menjadi alasan mengapa musim semi terasa lebih hangat. Ini adalah kisah tentang mimpi, perpisahan, dan seseorang yang akhirnya belajar bahwa cinta bukanlah sesuatu yang harus ditakuti. Seungmin x OC Start : July 20th 2026
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 𝐌𝐀𝐒𝐀 𝐌𝐔𝐃𝐀 𝐘𝐀𝐍𝐆 𝐃𝐈𝐊𝐎𝐑𝐁𝐀𝐍𝐊𝐀𝐍
  • Leukimia | Xiaojun Yeri ( ✔ )
  • The Story of VINELLA(REVISI)
  • Pendekar Harimau
  • SATU DARAH
  • My Annoying Brother [END]
  • Only One [SELESAI]
  • Why Dad? ✔
  • Amanah | Renjun ✓
  • [✔] keluarga jidat

Seharusnya Arka masih mengenakan seragam sekolah. Seharusnya ia sibuk memikirkan ujian, tugas, tawa bersama teman, atau cita-cita yang ingin diraih. Tapi di usia ketika anak lain mulai merangkai masa depan, Arka justru meletakkan tas sekolahnya dan pergi bekerja. Bukan karena tak mau belajar. Bukan karena malas. Ia hanya tidak punya pilihan. Ayahnya tak pernah punya pekerjaan, lebih suka menghabiskan uang untuk berjudi. Ibunya diam saja atau justru melampiaskan segala amarah pada Arka. Sementara kedua adiknya masih butuh biaya sekolah dan makan setiap hari. Maka Arka bekerja. Dari pagi sampai larut malam. Setiap rupiah yang didapat diserahkan seluruhnya ke rumah. Ia membayar uang sekolah adik, membeli beras, mencukupi kebutuhan semua orang sambil menahan keinginannya sendiri satu per satu. Namun tak pernah satu kata terima kasih pun ia dengar. Bagi keluarganya, semua yang ia lakukan hanyalah kewajiban yang wajar. Kalau uang yang dibawa kurang, dialah yang disalahkan. Kalau ia sakit sebentar, disebut pembawa masalah. Kalau ia mengeluh lelah, dibilang manja dan tak tahu diri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines