Sembilu di Ujung Jalan

Sembilu di Ujung Jalan

  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 20, 2026
WpInfo
Fiction
Social Themes
Growth and Self-Discovery
Grief and Bereavement
Family Life
Dahulu, Satria adalah badai. Baginya, teguran Bapak hanyalah kebisingan dan air mata Ibu adalah belenggu. Lima tahun lalu, ia pergi, mengganti identitas, dan memutus hubungan tanpa sepatah kata. Ia mengira meninggalkan rumah adalah kemenangan. Hingga suatu malam, takdir mempertemukannya dengan seorang kawan lama di sebuah warung kopi. Dari pertemuan itu, ia mendapatkan nomor kakaknya-satu-satunya jembatan menuju rumah. Dengan tangan gemetar, Satria mengirim pesan. Balasan yang diterimanya seketika meruntuhkan seluruh pertahanannya. "Satria, pulanglah. Napas Bapak sudah berat, dan Ibu setiap hari hanya menatap pintu, menunggumu pulang. Jangan sampai terlambat." Malam itu juga, Satria berkemas. Ia ingin pulang, bersimpuh di hadapan Bapak, dan memeluk Ibu. Di sepanjang perjalanan, ponselnya dimatikan. Ia tak tahu kakaknya berkali-kali menghubunginya untuk menyampaikan kabar terakhir. Saat ojek memasuki gang rumah, jantungnya berdegup tak karuan. Namun langkahnya terhenti ketika melihat sehelai bendera putih berkibar di pagar rumah. Kakinya mendadak lemas. Orang-orang berbaju gelap keluar dari rumah, sementara aroma bunga melati memenuhi udara. "Satria?" suara kakaknya bergetar. Di teras, Ibu duduk lemah dengan tatapan kosong. Saat melihat Satria, hanya senyum tipis yang mampu ia berikan. "Kamu terlambat, Sat... Bapak baru saja dibawa ke masjid." Satria ambruk di atas aspal. Tasnya terlepas dari genggaman, begitu pula seluruh penyesalan yang selama ini ia pendam. Kini, kalimat, "Andai aku mendengar perkataanmu, Pak," hanya akan menjadi penyesalan yang tak pernah lagi memiliki tujuan.
All Rights Reserved
#375
agst
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Pinky Boy
  • Ritual Rasa
  • Trouble Maker[END]
  • "Liburan" Bonus Suami
  • Luk Telu Belas
  • REGAN's Crazy Wife (END)
  • Lysander Lowell De Villiers
  • PROYEK SATU TAHUN
  • ELION (bl)
  • (BL) The Emperor's Favorite Consort Changed Souls《暴君宠妃竟然换了芯子》END

"Kalau bumi cuma punya warna hitam, maka dunia gue harus murni warna PINK, titik!" Michael itu cowok pencinta warna pink mentok. Pokoknya semua barangnya harus warna merah muda. Tapi gara-gara satu insiden, jiwanya malah nyasar ke tubuh Mishael Ryder Astara, anak bungsu keluarga konglomerat yang kaku, dingin, dan kamarnya cuma dipenuhi warna abu-abu sama hitam pekat. Mansion Astara yang biasanya sunyi dan menegangkan seketika gempar karena ulah si bungsu 'baru'. Daddynya yang penguasa bisnis kejam dan para abang kandungnya yang sangar dibuat pening karena Michael nekat merombak estetika rumah. Dari minta seprai gambar stroberi, pakai hoodie pink fanta di meja makan, sampai merajuk manja minta dibeliin mobil warna merah muda. "Dad, abang ... mulai besok semua ruang rapat di rumah ini harus dicat warna baby pink, ya?" Awalnya mereka syok berat menghadapi perubahan ajaib ini. Tapi, pesona imut Michael pelan-pelan malah meluluhkan hati dingin mereka. Dinasti Astara yang ditakuti banyak orang sekarang berubah jadi sekumpulan pria bucin yang rela memakai dasi pink fanta saat rapat besar demi menyenangkan si bungsu kesayangan mereka. ____________________________ PENASARAN?? Yuk baca! JANGAN LUPA DISAMBUT DENGAN FOLLOW, VOTE, KOMEN, DAN SHAREE YAA!! ‼️ BROTHERSHIP/FAMILYSHIP NOT BL ‼️ ⚠️ Tidak menerima plagiat dalam bentuk dan jenis apapun! ⚠️ Terdapat kata-kata kasar, bijak dalam memilih bacaan! ⚠️ Cerita ini murni ide pikiran sendiri, jika ada kesamaan nama atau tokoh berarti murni kebetulan yang tidak disengaja. ⚠️ Cover by Pinterest dan sedikit editan Canva. Start : Kamis, 23 Juli 2026 Finish :

More details
WpActionLinkContent Guidelines