Tidak semua luka meninggalkan bekas yang terlihat.
Ada luka yang tumbuh bersama waktu, tersimpan rapi di balik senyuman, dan hanya diketahui oleh pemiliknya.
Buku ini bukan tentang menyalahkan orang tua, bukan pula tentang mencari siapa yang salah. Ini adalah kisah nyata tentang seorang anak yang tumbuh di tengah keluarga yang tidak lagi utuh. Tentang pertanyaan-pertanyaan yang tak pernah terucap, air mata yang dipendam sendirian, serta proses panjang untuk menerima kenyataan.
Melalui setiap bab, aku ingin mengajakmu menyusuri perjalanan seorang anak yang belajar bahwa masa lalu memang membentuk dirinya, tetapi tidak berhak menentukan seluruh masa depannya.
Jika kamu pernah merasa kehilangan tempat untuk pulang, pernah merasa sendirian, atau sedang berusaha berdamai dengan luka yang tidak semua orang mengerti, mungkin buku ini akan menemanimu.
Karena pada akhirnya, menjadi anak broken home bukanlah akhir dari segalanya.
Kita tetap bisa bertumbuh.
Kita tetap bisa bermimpi.
Dan kita tetap berhak bahagia.
"Sebab, rumah yang tidak utuh bukan berarti masa depanmu juga harus ikut runtuh."
Alle Rechte vorbehalten