We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Cheshire

Cheshire

  • WpView
    Reads 2,140
  • WpVote
    Votes 265
  • WpPart
    Parts 34
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published about 18 hours ago
WpInfo
Fiction
Romance
Billionaires and CEOs
First Love
Catyra Anindya Putri (19 tahun), gadis cantik bermata bulat yang ceria dan tulus, tak pernah membayangkan akan tiba-tiba masuk ke dalam kehidupan Jemi Alvan Pratama (28 tahun). Jemi bukan sekadar CEO muda yang angkuh dan tegas dengan sorot mata tajam yang melambangkan kekuasaan, melainkan juga seorang duda yang menyayangi putra semata wayangnya, Keno. Caty terpaksa menerima perjodohan ini saat kakak kandung Caty kabur bersama lelaki lain tepat di hari pertunangan mereka. Bagaimana kisah mereka berlanjut di tengah perbedaan sifat yang sangat jauh dan berbagai rintangan yang datang? Apakah keceriaan Caty mampu mencairkan hati Jemi yang lama membeku? 🤍👔👶
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • A PLACE TO BREATHE (OFF CAMERA) || [COMPLETED]
  • Rookie Love
  • Stay Close, Don't Fear
  • My Dearest Twin - Asahi Ryujin
  • 20 days to get your heart
  • Second Chance | JAY ft RUKA
  • CHAOTIC TRIO : The Story Of 3 Girl [END]
  • BLACKEXO CHAT ✔
  • Love For Celebrities
  • Two of Arsa and Harsa

[Tamat] Bagi Carmen, korea bukan sekadar negera maju dengan lampu neon yang gemerlap melainkan labirin dingin yang membuatnya merasa kerdil. Sebagai anak rantau yang hanya berbekal keberanian dan mimpi, ia terbiasa menelan tangisnya sendiri di balik dinding sempit. Tidak ada pelukan ibu, tidak ada pundak ayah. Hanya ada gema ambisi yang perlahan mulai memudar. Sampai suatu malam di sebuah studio latihan yang hampir gelap, ia bertemu dengan seseorang. Sosok yang dipuja jutaan orang, namun ternyata memiliki kesepian yang sama besarnya. Di antara tekanan industri dan ekspektasi dunia, keduanya menemukan satu hal yang selama ini hilang: sebuah rumah yang tidak berupa bangunan, melainkan ruang untuk saling mendengarkan tanpa perlu banyak bicara. Bukan janji manis atau harta, ia hanya memberikan satu hal yang tak pernah Carmen miliki di tanah rantau yaitu sebuah ruang untuk menjadi rapuh. "Deg-degan?" suara pelan tiba-tiba muncul dari samping. "Oh- iya... sedikit," "Pertama kali year-end show emang gitu." "Kok tau?" "Kamu kelihatan ngafalin blocking di udara dari tadi," katanya, nadanya ringan, nggak mengejek.

More details
WpActionLinkContent Guidelines